Senin, 27 Juni 2011

Dong Yi episode 24

Ratu Jang keluar dari Gyotaejeon (kediaman Ratu), pengawal mengumumkan kehadirannya, dan Ratu Jang jalan dengan anggun. Semua menghormat dan menyapa Ratu dengan sebutan Jung Jong Mama (Ratu) dan tanya apa Ratu tidur nyenyak. Ratu Jang melihat ke arah kediamannya dengan perasaan puas.

Sementara itu pengawal istana (Geum Gun) datang dengan berlari. Ratu Jang jalan2 di taman, dan melihat bunga kesayangan Ratu Inhyeon. Jo Sang Gung tanya ada apa, dan Ratu Jang berkata ia tidak suka bunga yang kecil dan rapuh itu, yang disukainya adalah bunga yang mekar dengan besar bahkan jika itu hanya untuk sehari. Ratu Jang memerintahkan untuk menanam peony dari Chwi Seon Dang. Jo Sang Gung mengiyakan.

Yeong Sun masuk dengan berlari panik, ia memanggil Ratu Jang. Yeong Sun berkata ada masalah pengawal istana...

Ratu Jang tanya ada apa. Pengawal masuk dan mulai menggeledah Gyotaejeon dan kemudian menyeret para staf. Ratu Jang kembali ke Gyotaejeon, ia kaget melihat keributan di kediaman-nya lalu ia membentak pengawal istana, Apa yang kalian lakukan? Ratu Jang mendekati Kapten pengawal istana yang mengatakan bahwa ia diperintah oleh istana untuk membawa penjahat diperiksa ke Uigyeombu, mereka yag sudah mencelakai Ratu Inhyeon.

Ratu Jang kaget sekali. Kapten pengawal istana teriak, apa lagi yang kalian tunggu, cepat tangkap Ratu Jang!!. Anak buahnya mengerti dan akan mengikat Ratu Jang. Ratu Jang teriak, pergi dari sini, beraninya kalian!! Beraninya bertindak kurang ajar padaku, aku adalah Ratu negri ini!!

Ratu Jang : Siapa yang mengatakan aku ini penjahat...siapa yang mengatakan kalau aku ini mencelakai Ratu Inhyeon, siapa yang sudah bicara omong kosong itu??

Dong Yi keluar dan berkata pada Ratu Jang, Saya yang mengatakan-nya Yang Mulia.

Ratu Jang menoleh dan melihat...Dong Yi! Ratu Jang tertegun, Dong Yi maju dan mendekati Ratu Jang.

Ratu Jang : Kau tidak...
Dong Yi : Ya, Yang Mulia, ini saya Dong Yi.
Ratu Jang : Apa yang sebenarnya terjadi disini? bagaimana kau bisa...
Dong Yi : Apa anda tanya bagaimana saya bisa tidak mati dan bertahan dan sekarang berdii di depan Anda?
Ratu Jang : Tidak, ini tidak mungkin...kau sudah mati..Mereka berkata kau sudah mati.

Dong Yi : Ya, Yang Mulia..saya terluka oleh pembunuh yang anda kirim dan hampir membuatku mati, tapi saya bertahan, ini karena saya pikir saya tidak bisa mati begitu saja.

Dong yi mengeluarkan bukti dan berkata ini adalah bukti yang bisa membuktikan kejahatan Ratu Jang dan ia sudah memberikannya pada Sukjong. Ratu Jang masih tidak mengerti, Dong Yi berkata semua sudah selesai sekarang. Kapten Pengawal memerintah anak buahnya mengikat dan membawa Ratu Jang.

Ratu Jang diseret keluar dari Gyotaejeon, dan Ratu berteriak, lepaskan!! Lalu berteriak memanggil Baginda. Dong Yi melihat dari kejauhan. Ratu Jang bergumam, ini tidak bisa terjadi, lalu ia berteriak keras.....dan terbangun dari mimpi buruknya.

Jo Sang Gung masuk dengan panik ke dalam kamar Ratu Jang, Yang Mulia..ada apa, saya mendengar teriakan. Ratu Jang ternyata mimpi dan berkata tidak ada apa-apa. Ratu Jang minta Jo Sang Gung keluar tapi Jo Sang Gung masih mencemaskan Ratu Jang.

Ratu membentak Jo Sang Gung, aku bilang keluar!! Setelah Jo Sang Gung keluar, Ratu Jang berkata pada dirinya sendiri itu sudah lama berlalu, mengapa ia mendapat mimpi buruk karena Dong Yi, Ratu Jang mencoba menenangkan emosinya.

Putra Mahkota Yi Yun sedang bermain-main dengan beberapa dayang (ini mungkin th 1690, Gyeongjong sudah jadi Putra Mahkota), Sukjong datang dan bermain dengan anaknya. Sukjong menggendong Yi Yun dan main dengan gembira bersama Yi Yun. Ratu Jang tiba dan memberi salam, ia baru saja tiba dari Daejeon dan sama sekali tidak mengira kalau Sukjong akan ada di sini.

Sukjong tersenyum dan memberikan Yi Yun pada ibunya. Ratu Jang jalan dengan Sukjong, dan Ratu merasa senang karena Sukjong bersedia main dengan Putra Mahkota Yi Yun. Sukjong berkata, ia harus melakukan kewajiban-nya sebagai ayah. Ia menyesal tidak bisa memberikan waktu banyak untuk Putra Mahkota Yi Yun, dan ia merasa harus minta maaf pada Yi Yun. Ratu Jang mengerti dan ia berkata Sukjong sudah lama tidak mengunjungi-nya.

Sukjong senyum, benarkah? Jangan kecil hati, ini karena aku banyak mengurus urusan negara. Ratu Jang : Apa benar? Sukjong membenarkan. Ratu Jang berkata meskipun urusan negara itu penting tapi Sukjong harus menjaga kesehatan-nya, kalau terus begini, Sukjong bisa sakit. Sukjong mengerti dan berkata akan mengikuti nasihat Ratu Jang.

Sukjong menyadari ada renovasi sekitar Gyotaejeon dan berkata bahwa renovasi di tempat itu sudah selesai. Ratu Jang heran. Sukjong berkata yang ia maksud perpustakaan Nae Su Sal yang kebakaran waktu itu, Sukjong juga berkata bahwa renovasi sekitar Gyotaejeon juga hampir selesai. Sukjong berkata pada Ratu Jang bahwa ia harus pergi, ia ada janji dengan Do Seong Ji dan ia sibuk. Ratu Jang mengerti, Sukjong pergi, membuat Ratu Jang sedikit tidak senang.

Ratu Jang kembali ke kediamannya dan ia merenungkan mimpi buruknya, lalu ia ingat Sukjong yang sikapnya mulai dingin padanya. Tapi Ratu Jang berkata ia hanya terlalu gelisah. Yeong Sun dari luar berkata kalau Jang Hee Jae ingin menghadap. Ratu minta kakaknya masuk.

Jang Hee Jae sudah dipromosikan menjadi Kepala Komisioner Polisi. Jang Hee Jae memberi salam pada Ratu Jang. Ratu Jang menyambut kakaknya dengan gembira dan Jang Hee Jae tanya apa Ratu sehat.

Jang Hee Jae berkata ia sibuk dengan pekerjaan-nya jadi sudah lama tidak menjenguk Ratu Jang. Ratu Jang berkata kalau seragam itu cocok untuk Jang Hee JAe. Kakaknya berkata ini semua karena keberuntungan dari Ratu Jang yang harus ia syukuri. Jang Hee Jae menanyakan Yi Yun dan Ratu Jang berkata Yi Yun sehat dan merindukan pamannya. Jang Hee Jae berkata ia juga merindukan Yi Yun sehingga tidak konsentrasi kerja.

Ratu Jang ada permintaan pada kakaknya, ini mengenai Putra Mahkota. Ratu Jang ingin mendapat pengakuan dari Qing China mengenai pengangkatan Pangeran Yi Yun sebagai Putra Mahkota. Ratu Jang tanya apa kabar yang beredar di masyarakat? Jang Hee Jae berkata bahwa partai Seoin menggunakan segala cara untuk menolak Putra Mahkota Yi Yun, mereka berkata Yi Yun tidak memenuhi syarat untuk diakui oleh Qing. Dan perdebatan ini mengalami jalan buntu di dalam dewan. Tapi Jang Hee Jae minta Ratu Jang tidak cemas, karena Sukjong sudah membuat keputusan dan tidak akan ada yang berani melawannya.

Jang Hee Jae berkata bahwa Sukjong ada di pihak Ratu Jang. Ratu Jang masih belum yakin.

Sukjong mendapat novel Sassinamjungki. Sukjong berkata bukankah ini novel yang ditulis oleh Kim Man Jung?

Do Seong Ji membenarkan, buku itu sudah beredar di seluruh toko buku di setiap penjuru ibukota. Sukjong tahu bahwa buku itu mengenai dirinya, Ratu Inhyeon dan Ratu Jang. Dikatakan dalam buku itu bahwa seorang suami, terpengaruh selir2nya dan mengusir isteri utama-nya yang baik hati.

Do Seong Ji mencoba menjelaskan, tapi Sukjong berkata tidak perlu, karena ia tidak perlu tahu siapa yang dimaksud dengan para tokohnya. Dalam novel itu juga dikatakan bahwa akhirnya pria itu mengakui kesalahan-nya dan mengembalikan keadilan. Sukjong benar2 ingin tahu, jika itu dirinya, ia ingin tahu apa akhir cerita itu.

Sukjong lalu tanya pada Do Seong Ji bagaimana dengan perintah rahasia yang ia berikan. Do Seong Ji lapor ia belum mendapatkan hasil.

Seo Yong Gi sedang menjalankan misi bersama anak buahnya. Mereka memeriksa penjual manusia/ menculik orang untuk dijual sebagai budak. Sementara itu, para penculik sedang menjalankan kegiatan-nya, mereka harus menuju kapal yang akan berangkat ke Qing, China dan mereka bisa menjual gadis2 kesana, setiap gadis berharga 20 nyang. Ketika mereka sedang menuju kapal, mereka diserang oleh panah dari kepolisian.

Seo Yong Gi memerintah anak buahnya menangkap para penjual manusia itu dan polisi menyerbu serta mengalahkan para penculik. Seo Yong Gi memeriksa gadis2 yang diculik dan tanya apa ada yang terluka. Tidak ada kata anak buahnya. Seo Yong Gi berusaha mencari Dong Yi diantara gadis2 itu, dia tanya apa ada gadis yang bernama Dong Yi diantara mereka. Salah seorang gadis berkata mereka harus ke kapal, karena disana juga ada beberapa gadis yang ditahan, mungkin ada disana. Seo Yong Gi segera pergi.

Di kapal, para penculik sudah siap2 angkat sauh, karena mereka ketahuan polisi. Saat mereka sudah hampir pergi, Cha Cheon Soo datang dengan berlari dan masuk ke kapal, melumpuhkan anak buah kapal hanya dengan satu tangan dan tanya dimana gadis2 itu. Cha Cheon Soo turun ke bawah kapal dan mencari Dong Yi diantara para gadis yang dibungkam dan diikat tangannya, tapi ia tidak menemukan Dong Yi. Cheon Soo sempat menenangkan gadis2 itu, tapi ia kecewa karena tidak menemukan Dong Yi.

Polisi menangkap semua penculik dan membebaskan para gadis. Kapten polisi menemui Seo Yong Gi dan Seo Yong Gi minta Kapten Polisi menyelesaikan semuanya serta menjamin para gadis itu pulang ke rumah mereka dengan selamat. Kapten itu mengerti, Seo Yong Gi juga mengingatkannya agar kehadirannya di sini dirahasiakan dan tanya apa Kapten itu mengerti. Kapten itu mengerti. Seo Yong Gi melihat ke arah Cheon Soo yang terlihat putus asa.

Keduanya kembali dan Seo Yong Gi tanya apa Cheon soo baik2 saja. Cheon soo berkata ia yakin sekali ia bisa menemukan Dong Yi dalam misi kali ini, ada banyak gadis yang sesuai dengan ciri2 Dong Yi. seo Yong Gi minta Cheon soo jangan kecewa, dari awal mereka sudah tahu bahwa ini akan sulit dan juga lama. Cha Cheon Soo berkata ia baik2 saja dan ia akan menunggu selama apapun dan dia akan melakukan itu dan ia akan pergi kemanapun jika perlu tapi ia merasa Dong Yi tidak bisa menunggu selama itu, dan ini yang membuatnya cemas.

Seo Yong Gi berkata ada informan di seluruh negeri, tidak lama lagi mereka akan mendapat kabar tentang Dong Yi, jadi jangan kecil hati. Cha Cheon Soo mengerti dan ia ingin tanya satu hal pada Seo Yong Gi. Apa itu? tanya Seo Yong Gi, Cheon Soo : Itu tentang pengerahan pasukan, kemanapun kita pergi, kita selalu dibantu oleh pasukan dalam misi kita.

Seo Yong Gi mengeluarkan "Bal Byeong Bu" dan ia memperlihatkan pada Cheon Soo. Ini, karena ini. Cha Cheon soo mengambilnya dan tanya apa ini, Seo Yong Gi menjelaskan, Sukjong memberikan Bal Byeong Bu (ijin mengerahkan pasukan dari Raja, sama dengan Raja sendiri yang memerintahkan pengerahan pasukan) ini sebelum aku meninggalkan kotaraja. Cha Cheon Soo kaget sekali.

Sukjong terlihat stress, Kasim Han berkata ini sudah jam 1 pagi Yang Mulia, dan Anda harus istirahat. Sukjong berkata ini sudah 120 hari, sekarang sudah masuk hari yang ke 121 tepatnya (ckck..dihitung). Sukjong berkata itu adalah jumlah hari dimana ia tidak melihat Dong Yi. Kasim Han juga cemas. Sukjong ingat ia memerintahkan Seo Yong Gi pergi untuk mencari DOng Yi.

Waktu itu, Sukjong berkata, ini alasanku melepaskanmu dari posisimu, untuk menemukan Dong Yi. Seo Yong Gi kaget. Sukjong ingin Seo Yong Gi membawa kembali DOng Yi untuk menemuinya, Sukjong ingin mendengar apa yang dikatakan Dong Yi, sukjong berharap bisa melihat Dong Yi yang hidup dan cerewet itu, ia ingin mendengar dari mulut Dong Yi sendiri apa sebenarnya yang terjadi dan kemudian, Sukjong akan mengambil keputusan akhirnya.

Sukjong memberikan Bal Byeong Bu pada Seo Yong Gi dan Seo Yong Gi harus menggunakan ini dan semua sumberdaya yang diperlukan, tapi mereka harus mempertimbangkan waktu, jika terlalu lama, kegiatan mereka ini akan ketahuan. Jadi, apa kau sanggup melakukannya? tanya Sukjong. Seo Yong Gi berkata ia akan melakukan yang terbaik yang bisa ia lakukan untuk melaksanakan perintah Sukjong.

Sukjong kemudian duduk di tempat dimana dia dan Dong Yi biasa ngobrol malam-malam. Sukjong menyentuh tempat dimana Dong Yi biasa duduk dan membelainya. Sukjong ingat Dong Yi berkata, bahwa semuanya akan baik2 saja dan Sukjong tidak perlu cemas, karena sekarang Dong Yi berbicara dengan Ban Gwan Da Ri, jadi tidak apa-apa, ia bisa terus terang dengan Dong Yi. Sukjong tertawa dan berkata hanya Dong Yi yang bisa membuatnya tertawa.

Sukjong menghela nafas panjang saat ingat itu, ia berkata : Aku menunggu dengan cemas, dimana kau, apa kau benar2 ingin lenyap dari pandanganku atau apa aku tidak akan pernah bisa melihatmu lagi...

Bunga ceri berguguran ditiup angin malam, Sukjong melihatnya dan mengikuti arah jatuhnya kelopak bunga ceri, kelopak itu tertiup angin dan terus melayang jauh ke tempat dimana ....Dong Yi berada dan jatuh di pinggir sungai Yalu.

Dong Yi mengambil kelopak bunga ceri itu dari air dan menghela nafas dan melihat ke arah langit dan ia jalan ke dermaga yang dipenuhi kelopak bunga ceri. Dong Yi lari menuju ujung dermaga, melihat ke arah langit dan berteriak : Chon Na!!!

Dong Yi saat itu ada di Pyeongando Uiju (sekarang Korea Utara, berbatasan dengan China)

Seorang pedagang (yg jadi Seol Ji di QSD) menunggu dengan gelisah. Pelayan tuanya datang dan pedagang itu tanya apa ia sudah menemukan Dong Yi. Pelayannya berkata dia tidak menemukan Dong Yi dimanapun, tidak di kedai minum, atau di toko, dia tidak menemukan Dong Yi. Pedagang itu tanya, apa artinya ini, apa Dong Yi melarikan diri? Pelayannya menjawab, melihat kondisi kesehatannya, dia tidak bisa melarikan diri. Pedagang itu kesal, jadi apa yang kau tunggu, pergi dan cari Dong Yi segera. Pelayan-nya mengerti.

Dong Yi kembali dan pelayan tua itu menceritakan apa yang terjadi, kau kemana saja. Dong Yi berkata ia jalan2 dan cari udara segar, ada apa? Pelayan itu berkata apa lagi, ia pikir Dong Yi lari. Dong Yi tertawa, mengapa aku harus melarikan diri. Pedagang itu keluar dan memanggil DOng Yi. Dong Yi memberi salam. Kau kemana saja dan mengapa baru pulang sekarang, apa kau tahu aku mencemaskanmu? tanya pedagang itu. Dong yi minta maaf dan tanya apa anda mencari saya Tuan?

Pedagang itu memberikan obat pada Dong Yi, ayo minumlah dalam sekali tegukan. Dong yi berkata ia sudah sehat. Beberapa hari yang lalu, bahu saya sudah bisa digerakkan tanpa rasa sakit. Pedagang itu berkata jangan bicara sembarangan, kata tabib kau itu masih lemah dan harus terus minum obat, mengapa kau tidak minum? Dong yi akhirnya minum obatnya di depan Pedagang itu.

Dong yi berkata ia tidak tahu bagaimana harus membalas kebaikan pedagang itu. Karena sudah menyelamatkan dia yang seorang asing dan bahkan merawat serta mengobatinya. Pedagang itu berkata Dong yi tidak perlu sungkan, menolong orang dalam masalah apalagi yang sudah hampir mati adalah kewajiban setiap orang, jadi tidak perlu terlalu dipikirkan. Pedagang itu berkata, ini benar2 melegakan karena Dong Yi sudah koma selama 2 bulan, bahkan tabib sudah berkata Dong Yi tidak ada harapan. Dong yi berkata, ia berhutang pada pedagang itu untuk kesembuhannya. Pedagang itu berkata, kau harus segera pulih, apa kau mengerti? Dong yi mengerti.

Dong Yi tanya apa Tuan sudah menerima berita dari Doseong? (kotaraja) Pedagang itu tanya, berita apa? Dong yi berkata ia sudah menulis surat untuk disampaikan pada kakaknya dan apa Tuan sudah mengirimnya pada kakak saya? Mengapa saya belum terima jawabannya. Dong yi merasa sedikit aneh.

Pedagang itu berkata, Doseong itu jauh sekali dari Uiju, mungkin saja ada penundaan dalam pengiriman surat itu. Dong yi mengerti. Pedagang itu meyakinkan Dong yi, jangan terlalu cemas pasti akan ada jawaban. Dong yi hanya perlu segera sembuh dan minum obatnya saja, apa kau mengerti. Dong yi mengangguk.

Setelah sendirian, Pedagang itu menyuuh pelayan-nya untuk mengawasi Dong Yi. Dong Yi tidak mencurigainya, jadi dia tidak berjaga-jaga. Pedagang itu berkata jika ada balasan surat untuk Dong Yi, kita tidak akan pernah tahu apa ia akan lari atau tidak. Pelayannya tanya mengapa Tuan tidak memenuhi permintaan Dong Yi. Pelayan itu menambahkan, ia juga belum jelas, tapi sepertinya Dong yi punya hal penting yang disimpannya. Dia juga memiliki aura keanggunan dan ia juga tidak terlihat sebagai pelayan biasa.

Pedagang itu kesal, tutup mulutmu! Jangan ikut campur. Pelayannya berkata ia kasihan pada Dong Yi yang setiap hari menanti jawaban dari suratnya. Pedagang itu menyuruh pelayan-nya tutup mulut, apa kau tahu berapa banyak uang yang kuinvestasikan untuk membayar pengobatan-nya? Awalnya aku lihat Dong yi itu cukup cantik dan aku menginginkan tubuhnya, tapi aku tidak pernah mengira kalau ia itu juga pintar. Pedagang itu berkata ia tidak mau rugi, ia ingin tubuh dan juga otak Dong Yi segera setelah Dong Yi pulih, Dong yi bisa membantunya berdagang. Pelayan-nya masih ingin bicara tapi pedagang itu menyuruhnya diam dan jangan bicara macam2, juga awasi Dong Yi. Apa kau mengerti?

Dong Yi di kamarnya. Ia mengeluarkan bukti dari Nae su Sal dan memegangnya dengan erat dan ia ingat Pejabat Chi Sa yang berkata kalau Dong Yi harus mengingat untuk menyerahkan ini langsung ke tangan Sukjong. Ia ingat terluka parah karena pisau terbang dan mencoba memanggil Sukjong tapi gagal dan terjatuh. Dong Yi berkata pada dirinya sendiri, aku ini sudah hilang tanpa jejak, pasti semua gelisah. Dong Yi bertekad ia harus mencoba kembali ke Doseong dengan segala cara, ia harus cari jalan.

Oh Tae Pung mengatur pindahan rumah, ternyata Jang Hee Jae yang pindahan dan mereka yang diminta mengurusnya. Anaknya mengeluh, ini bukan kerjaan mereka tapi seharusnya kuli. Oh Tae Pung mengingatkan anaknya agar menjaga bicaranya, mereka hanya perlu bertahan sebentar lagi, pasti usaha mereka akan membuahkan hasil. Oh Ho Yang ingin meninggalkan dept. musik segera, ia sebal melihat Hwang Ju shik dan Yeong Dal, sungguh membuatnya stress.

Hwang Ju shik juga marah2, ia kesal, dia ini pengurus administrasi biro musik, mengapa harus angkat2 barang untuk pindahan. Yeong Dal berkata apa lagi ini rumah Jang Hee Jae. Hwang Ju shik mengingatkan Yeong Dal agar jangan omong sembarangan, bisa2 kau dipenjara. Yeong Dal tidak peduli, tidak masalah aku tidak di biro musik, aku bahkan tidak tahu, Dong Yi hidup atau mati. Yeong Dal ingin membanting barang yang ia bawa. Hwang mengingatkannya, jika itu hancur kau harus menggantinya. Dasar bodoh.

Tiba2 Yeong Dal melihat seekor anak anjing yang terikat dan ia berkata pada Hwang Ju shik kalau ia punya ide. Hwang heran, ide apa? Lalu Yeong Dal menunjuk anak anjing itu dan kedunya ketawa. Hwang Ju Shik dan Yeong dal memberi makan sesuatu pada anjing itu.

Toko pedagang itu namanya Pyeon Sang Chon. Para pedagang datang ke Pyeon Sang Chon dan berkata pada orang2 disitu hati2 dengan barang2nya. Dong Yi di meja kasir. Dong Yi melihat para pedagang dan menebak, kalian pasti berasal dari Jin Mun. Pedagang itu berkata, kami belum mengatakan apa-apa tapi bagaimana kau bisa menebak dengan tepat asal kami?

Dong Yi tahu dari sepatu kain yang mereka kenakan, Dong yi dengar bahwa di Qing (China) orang2 dari kelas tertentu mengenakan sepatu kain (disebut Pyu Hae).

Mereka kagum dan memuji Dong Yi, pengamatan-mu sangat detil dan juga hebat. Mereka minta Dong Yi mengecek barang2. Dong Yi melihat daftar barang : Dang Mu (kain tenun dari katun) 10 lembar, Sutra 5 ball, Pyu Hae (sepatu kain) 10 pasang. Dong Yi berkata daftarnya sesuai dengan barangnya. Nanti pada pengiriman berikutnya kalian bisa mengirim Dang Mu 20 lembar ke toko ini.

Pedagang itu tanya : Dang Mu 20 lembar? kalian mau menjual itu? Dong Yi berkata tidak lama lagi akan ada Gibang baru yang akan dibuka disini, jadi mereka mengantisipasi permintaan Dang Mu untuk dijahit sebagai Dang Bu Gun (mantel kecil yang biasa dikenakan Gisaeng), jadi toko Pyeon Sang Chon ingin menambah persediaan. Para pedagang itu kagum, kau benar2 punya insting bisnis. (wah harusnya Dong Yi kerja di NYSE)

Dong Yi tanya kemana tujuan mereka berikutnya? Mereka menjawab akan ke Hwangju (Korea Utara) lalu meneruskan ke Ganghwa (pulau di sekitar sungai Han), memangnya kenapa? Dong yi ingin minta bantuan. Bantuan? Tapi sebelum Dong Yi selesai bicara, seorang pelayan datang dan berkata bahwa akan ada penyewa baru di kamar kontrakan, jadi Dong Yi sebaiknya segera merapikan kamar itu. Dong Yi mengerti.

Pelayan tua mendengarnya, dan memarahi pelayan itu, beraninya kau menyuruh orang lain mengerjakan kerjaan-mu! Dong yi itu belum sembuh benar, jangan disuruh melakukan ini itu dulu. Dong yi berkata tidak apa-apa, ia juga perlu latihan untuk menggerakkan otot2nya. Dong yi membersihkan lantai dari kamar kontrakan itu, lalu pelayan tua datang membawa perlengkapan tidur. Dong yi mengambil selimut2 itu, dan tanya siapa yang akan datang? Kenapa mereka menyiapkan perlengkapan tidur, sepertinya orang ini akan tinggal lama disini.

Pelayan tua berkata, ada seorang sarjana yang diasingkan yang akan tinggal disini. Orang itu dihukum dan dikirim ke pengasingan. Jadi bangsawan itu tidak punya tempat untuk tinggal dan harus menyewa kamar kecil ini. Dong yi tanya siapa orang yang akan dibuang di sini? Pelayan itu juga tidak tahu, hanya dikatakan bahwa orang itu diasingkan di Uiju lebih dari 3 tahun, karena ia tidak punya tempat untuk mengasingkan diri, sepertinya ia hanya seorang sarjana rendahan. Dong yi mengerti dan kembali membersihkan ruangan.

Pedagang Byeon sedang melayani pelanggan saat Shim Yun Taek datang dan memanggilnya. Apa Anda Tuan Byeon, tuan rumah untuk pengasinganku?

Pedagang Byeon berdiri dan Shim Yun Taek mencoba memeluk Byeon dan berkata ia senang bertemu dengannya. Pedagang Byeon mendorong Shim Yun Taek, ia tidak suka. Shim Yun Taek berkata apa anda malu dengan caranya memberi salam, Shim Yun Taek berkomentar bahwa bisnis di toko ini bagus juga. Ia dengar Pyeon Sang Chon adalah perusahaan dagang yang maju di Uiju, tampaknya memang patut diperhitungkan.

Shim Yun Taek, tokoh yang akan berperan penting bagi Dong Yi. (Seperti Oh Tae seok untuk Jang Ok Jung dan Jung In Guk untuk Ratu Inhyeon, tampaknya Dong Yi akan punya Shim Yun Taek, menarik.)

Shim Yun Taek berkata bahwa orang yang menampungnya sebelum ini sangat miskin, jadi ia tidak bisa hidup nyaman, maka ia bersumpah suatu hari akan menemukan tempat baru. Pedagang Byeon heran dan Shim Yun Taek tanya dimana kamarnya, seseorang harus membersihkan dan merapikan kamarnya. Pedagang Byeon memberikan sekeranjang kedelai hitam. Shim Yun Taek kaget, apa ini? Pedagang Byeon berkata itu sewa kamarnya. Apa? Shim Yun Taek tidak mengerti. Pedagang Byeon berkata, hei kau pikir bagaimana aku sukses jadi pedagang di Uiju? Itu karena aku tidak pernah memberikan sesuatu dengan gratis dalam transaksiku.

Shim Yun Taek tanya lalu apa arti kedelai hitam ini? Apa maksudmu aku harus menjualnya untuk mempertahankan kamarku? Byeon berkata benar, kau ini benar2 bangsawan karena cepat sekali tanggap. Shim Yun Taek kesal, beraninya kau menyuruh seorang Yangban sepertiku berdagang. Byeon berkata, di Uiju tidak ada yang tahu tentang hukum itu, ia tidak tahu menahu tentang hukum, tapi ia mengerti etika bisnis. Byeon menambahkan, kalau Shim Yun Taek ingin tempat tinggal maka paling tidak harus membayar makanan-mu dan juga biaya penginapan-nya. Shim Yun Taek mengeluh.

Byeon berkata, Shim Yun Taek sudah diusir oleh pemilik sebelumnya dan tidak ada seorang pun di Uiju ini yang ingin menyediakan tempat tinggal untukmu, jadi apa yang akan kau lakukan ? Shim Yun Taek meletakkan kedelai hitam itu di meja, baik, kau ini kasar dan sombong, aku tidak memerlukanmu. Meskipun aku harus berkeliaran di jalan dan tidur tanpa makanan, aku tetap adalah golongan Yangban. Shim Yun Taek pergi tapi kembali lagi setelah memikirkannya dan mengambil kedelai hitam itu.


Shim Yun Taek membawa keranjang berisi kedelai hitam keluar dari Pyeon Sang Chon dan mengeluh dan berkata Byeon benar2 tidak punya hati, jika ia kembali ke Doseong, maka hal pertama yang akan ia lakukan adalah menutup bisnis Pedagang Byeon. Shim Yun Taek berkata bahwa ia harus bersabar, Yangban juga manusia yang tidak bisa tidur di tempat terbuka dengan perut kosong.

Shim Yun Taek benar2 menggelikan, ia menjual sekantung kacang kedelai hitam seharga 1 nyang. Pedagang di sebelahnya menertawakannya dan Shim Yun Taek malu karena semua orang menertawainya. Shim Yun Taek kesal, apa yang kalian lihat? apa ini pertama kalinya kalian melihat Yangban menjual kacang kedelai? Shim Yun Taek kesal, ia harus menjual kacang kedelai hitam ini hari ini, lalu ia punya ide.

Shim Yun Taek mengatakan pada seorang pelanggan bahwa tahun ini tidak baik untuk pelanggan itu. Pelanggan itu tidak mengerti, Shim Yun Taek terus saja mengatakan omong kosong tentang takdir orang itu dan ia membungkus satu kantung kacang kedelai dan minta orang itu membayar. Orang itu bayar tapi ia masih tidak percaya kata2 Shim Yun Taek.

Shim Yun Taek berkata ia akan membaca keberuntungan dengan harga sekantung kacang kedelai, karena semua keberuntungan bisa dibaca dibuku ini. Dong Yi melihatnya dan melihat bahwa buku itu tidak ada hubungannya dengan keberuntungan atau ramalan seperti yang dikatakan Shim Yun Taek. Dong Yi tidak tahan dengan hal ini karena Shim Yun Taek membohongi pelanggan yang buta huruf.

Dong Yi menemui Shim Yun Taek dengan sekantung kacang kedelai hitam. Shim Yun Taek tanya apa kau mau beli kacang kedelai? Dong Yi berkata ia ingin menjual kacang kedelai padanya. Shim Yun Taek heran. Dong Yi mengeluarkan sekantung kacang kedelai dan berkata ini adalah kacang yang sudah kau jual, ambil kembali dan kembalikan uangnya. Shim Yun Taek tidak mengerti. Dong Yi berkata kalau Shim Yun Taek itu orang terpelajar tapi bagaimana ia bisa menggunakan pengetahuannya untuk menipu orang2 yang buta huruf dan membohongi mereka.

Shim Yun Taek marah, dasar sialan, bagaimana kau bisa menuduh ini penipuan. Dong Yi mengambil buku itu dan berkata bahwa ini bukan buku ramlan tapi jelas2 buku yang mencatat sejarah Cina.

Dong Yi berkata meskipun berat untuk bertahan hidup, tapi kau tidak bisa menggunakan pengetahuan sebagai alat perdagangan. Shim Yun Taek berdiri dan berkata, beraninya kau melawan-nya dan menuduhnya, meskipun dia mengenakan baju jelek tapi ia sebenarnya adalah seorang Yangban. Dong Yi kaget dan tanya apa benar? Dan berkata kalau melihat bajunya, aku ini cuma pelayan, tapi aku sebenarnya adalah gungnyeo dan tinggal di istana. Shim Yun Taek berkata apa yang kau katakan dan ia pikir Dong Yi mengejeknya.

Dong Yi akhirnya mengakui kalau ia adalah Yangban tapi Shim Yun Taek tetap harus mengembalikan uangnya, cepat. Shim Yun Taek ragu2, Dong Yi mengancam jika tidak segera mengembalikan maka Dong Yi akan berteriak, Shim Yun Taek mencoba mendiamkan Dong Yi.

Pedagang Byeon menemui pejabat di Uiju, Pejabat Bu Yoon. Byeon berkata bahwa ia harus menghibur seorang tamu dari Doseong. Pejabat Bu Yoon membenarkan. Mereka tidak boleh meremehkan orang ini karena jangankan berdagang dengan China, tapi bahkan berdagang dengan Wei Guk (Jepang) sepertinya akan tanpa masalah. Byeon heran, bahkan dengan Jepang? Pejabat Bu Yoon berkata, orang ini bisa menjadi pendukung mereka. Karena kau sudah memberi dukungan, maka pejabat Bu Yoon akan membalasnya. Pedagang Byeon senang. Pejabat Bu Yoon berkata tidak perlu sungkan, karena kau sudah mau mengurus Shim Yun Taek yang sulit itu, maka aku harus membalas kebaikanmu.

Pedagang Byeon tanya siapa orang dari istana ini, ia harus tahu identitasnya dulu sebelum memberikan perhatian khusus. Pejabat Bu Yoon mengatakan orang ini adalah, tapi sebelum mengatakan, Byeon harus janji akan merahasiakannya. Byeon setuju dan Pejabat Bu Yoon membisikkan sesuatu pada Byeon. Pedagang Byeon kaget, benarkah? Apa itu benar?

Ny. Park dan Oh Ho Yang menunggu Oh Tae Pung dan mengeluh sudah begitu banyak pengorbanan mereka pada Jang Hee Jae, tapi sampai sekarang mereka belum menerima balasan-nya dan Oh Ho Yang berkata Jang Hee Jae adalah anjing kampung. Oh Tae Pung pulang dan ia kelihatan marah, ia memaki Jang Hee Jae, bagaimana mereka bisa memperlakukan keluarga mereka seperti ini. Oh Ho Yang berkata ini tidak adil dan ia tidak tahan lagi. Oh Tae Pung tanya apa kalian tidak mendengar sentimen publik? Oh Tae Pung menjelaskan, apa kalian tidak tahu Sassinamjungki? Ny Park tanya apa itu, suaminya menegur karena isterinya tidak tahu apa yang terjadi di luar. Dan ia menjelaskan tentang novel itu.

Ny, Yoon kembali ke rumahnya dan melihat pembantunya membaca Sassinamjungki dan ia marah, beraninya kalian apa kalian ingin mati. Pelayan-nya minta ampun. Ny. Yoon tahu semua membacanya, tapi kalian, beraninya membaca di tempat ini, padahal kalian mendapat bayaran dari keluarga Ratu Jang, beraninya kalian berlaku tidak hormat. Ny. Yoon tidak akan memaafkan mereka.

Ratu Jang juga mendapat novel Sassinamjungki itu dan berkata bahwa novel ini benar2 menarik. Oh Tae seok dan Oh Yun ada disitu dan Ratu Jang tanya apa pendapat mereka. Oh Tae Seok minta maaf pada Ratu Jang ini adalah kesalahan-nya, ia tidak mengurus masalah ini dengan baik sehingga tidak terkontrol. Ratu Jang bekata, ya sepertinya begitu. Oh Tae Seok dan Oh Yun kaget dengan tanggapan Ratu Jang. Ratu Jang memperingatkan jika ini terulang lagi dia tidak akan memaafkan Oh Tae Seok dan Oh Yun. Oh Yun meyakinkan Ratu Jang dia akan mengurus masalah ini. Oh Tae Seok kaget dengan perubahan nada suara Ratu Jang pada mereka.

Yoo Sang Gung sudah jadi Kepala Biro Penyelidik. Para Gungnyeo memandang tumpukan novel Sassinamjungki di meja mereka dan tidak percaya bahwa semua ini ditemukan di istana. Shi Bi berkata tidak ada yang belum membacanya. Eun Geum tanya apa Shi Bi sudah membacanya? Shi Bi menggeleng, tapi ia berkata ia melihat sekilas dan hampir selesai. Ae Jung berkata apa ini perlu, ini kan cuma buku, apa perlu disita. Ini sudah keterlaluan. Jung Im berkata ada yang sensitif dengan isi buku ini. Ae Jung tanya apa buku ini tentang Ratu Jang?

Yoo Sang Gung bersama Jeong Sang Gung dan Bong Sang Gung masuk, para gungnyeo memberi salam. Yoo Sang Gung tanya, jadi ini buku yang mereka sita dari istana? Jung Im membenarkan. Yoo Sang Gung berkata buku ini sudah menimbulkan kekacauan, jadi mereka harus mencarinya lagi dan menyitanya. Para Gungnyeo mengerti.

Yoo Sang Gung keluar, Bong Sang Gung berkata, bukan buku ini yang menyebabkan kekacauan, tapi Ratu Jang yang merasa bersalah jadi sensitif. Jeong Sang Gung mengingatkan temannya untuk hati2. Mengapa tanya Bong Sang Gung, bukankah ia benar.

Ratu Inhyeon sekarang sangat terampil bercocok tanam. Ia menanam sayuran. Jung Geum kembali dan memanggil Ratu Inhyeon. Ahn Sang Gung tanya kemana kau seharian. Jung Geum berkata pada Ratu Inhyeon, ia membawa buku Sassinamjungki, Anda harus membaca buku ini Yang Mulia. Ratu Inhyeon tidak tertarik. Ahn Sang Gung mendorongnya ini adalah bukti jika rakyat lebih berpihak pada Ratu Inhyeon, jika Ratu bertahan, maka akan tiba harinya Baginda akan menyadari dan mengerti Ratu Inhyeon.

Ratu Inhyeon tanya bagaimana semuanya bisa tergantung pada peredaran Sassinamjungki untuk mengatasi masalah ini. Ratu lebih cemas jika insiden ini membuat Baginda merasa berat hatinya dan tertekan. Mereka tidak bisa terlalu berharap pada masalah seperti ini, mereka harus tetap waspada dan hati-hati setiap saat. Ahn Sang Gung mengerti.

Menteri Jung In Guk datang mengunjungi Ratu Inhyeon dan tanya apa Ratu sudah membaca buku yang jadi best seller di Doseong. Ratu Inhyeon berkata ia tidak ingin berharap atas dasar buku itu. Jung In Guk berkata, sebaliknya, Sukjong sudah mempelajari Sassinamjungki. Ratu Inhyeon terkejut. Menteri Jung berkata sukjong tidak terlihat marah dengan buku itu, tapi justru memperlihatkan perhatian untuk masalah ini. Jung In Guk bertanya, apa ini mengindikasikan bahwa Sukjong tahu rakyat mendukung Ratu Inhyeon?

Jang Hee Jae meyakinkan Ratu Jang bahwa mereka sudah menyita setiap Sassinamjungki dari jalan. Ratu Jang berkata bukan masalah itu yang ia khawatirkan, ia tidak akan terpengaruh dengan insiden ini, tapi Ratu Jang lebih cemas jika Sukjong terpengaruh dengan sentimen publik ini. Jang Hee Jae tanya apa yang ingin dilakukan Ratu Jang mengenai masalah ini. Ratu Jang ingin dan yang ia anggap paling penting adalah mandat kerajaan dan pengakuan dari Qing China (semacam pengakuan kedaulatan) atas pengangkatan putranya untuk mengokohkan statusnya. Apa ini mengenai pengesahan Putra Mahkota Yi Yun. Ratu Jang membenarkan.

Dengan adanya mandat dari Qing yang mengakui bahwa Putra Mahkota Yi Yun adalah penerus Sukjong dan bahwa dia adalah ibu Putra Mahkota Yi Yun, maka tidak akan ada orang yang akan menyangkal statusnya. Jang Hee Jae mengerti, bahkan jika ia harus pergi sendiri ke Qing, ia akan melakukan apapun syaratnya untuk mendapatkan-nya. Jang Hee Jae minta Ratu Jang tenang saja, dia yang akan menyelesaikan semuanya dan minta Ratu mempercayainya.

Hwang Ju Shik menghela nafas. Yeong Dal duduk di dekatnya dan berkata belum ada kabar dari Cha Cheon Soo. Hwang Ju shik berkata mereka belum menemukan Dong Yi, Yeong Dal membenarkan, ia mengaku sekarang ia takut tidur sendiri, karena sering mimpi buruk. Hwang Ju shik berkata, Dong yi benar2 anak nakal, apa ia tahu betapa cemasnya ia, Dong Yi benar2 kejam. Hwang Ju shik mendesah lagi.

Dong Yi masuk ke gudang perkakas dan mengambil beberapa peralatan dan mengambil sesuatu dari dinding, ia menginjak Shim Yun Taek yang tidur dengan selimut jerami. Shim Yun Taek berteriak karena diinjak Dong Yi. Dong Yi kaget. Shim Yun Taek teriak, apa yang kau lakukan! Dan keduanya langsung saling mengenali satu sama lain. Shim Yun Taek: Kau! bukankah kau yang kemarin?? Dong Yi : bagaimana kau bisa tidur di gudang orang lain kemarin malam? Keduanya sadar, kalau Dong yi pasti pelayan di sini dan Shim Yun Taek adalah sarjana yang dibuang dan harus tinggal di kamar kontrakan itu.

Shim Yun Taek menggigil di bawah selimutnya, sementara Dong Yi membersihkan ruangan. Shim Yun Taek mengeluh, Pedagang Byeon itu sungguh kejam, karena dia tidak menjual kacang hitam itu, Byeon memaksanya tidur di gudang. Shim Yun Taek berkata, tunggu dan lihat saja, ini karena dirinya lapar jadi ia harus diam dalam tekanan dan menggigil dalam selimutnya. Dong Yi berkata, ini sudah hampir musim panas, tidak sedingin itu.

Shim Yun Taek berkata, aku kedinginan atau tidak, kau jangan cerewet. Dong Yi minta maaf, kali ini ia memanggil Shim Yun Taek dengan panggilan "Da Ri". Dong Yi : Tuan, bagaimana pelajar yang terhormat menipu orang di jalan?

Shim Yun Taek : Seharusnya kau bisa melihat dari aura-ku kalau aku ini bangsawan, bagaimana kau tidak menyadari itu? Dong Yi melihat ke arah Shim Yun Taek, ya sudahlah, jangan lanjutkan ini. Shim Yun Taek berkata ia tidak pernah membayangkan ia akan bertemu dengan pelayan yang bisa membaca di tempat seperti ini. Kau ini kelihatan seperti pelayan, darimana kau belajar membaca dan menulis?

Dong Yi berkata ia hanya belajar dasar2nya dari seseorang. Shim Yun Taek : Dasar2nya? tapi kau bisa membaca buku sejarah Cina dan tahu dengan pasti buku apa itu.

Shim Yun Taek berkata, bahkan seorang anak gadis bangsawan juga belum tentu bisa menguasai pengetahuan dalam buku sejarah Cina, apa mungkin kau ini benar2 seorang Gungnyeo? Dong Yi ragu2 sejenak, tapi ia menjawab, ia hanya mengejek Shim Yun Taek waktu itu, apa tidak ada lagi yang Tuan perlukan? Saya akan keluar.

Dong Yi meninggalkan ruangan dan ia berpikir harus lebih hati2, jika ada yang tahu ia seorang Gungnyeo, maka akan berbahaya. Dong Yi merasa Shim Yun Taek ini aneh. Shim Yun Taek di dalam kamar juga mulai merasa ada yang aneh dengan DOng Yi.

Pelayan tua itu memanggil DOng Yi dan Dong Yi memberi salam. Pedagang Byeon mencarimu, sepertinya Tuan ingin kau mengurus buku2 jurnalnya. Dong Yi mengerti dan pergi.

Pedagang Byeon dan Dong Yi mengerjakan jurnal2nya dan Pedagang Byeon berkata ia harus mengadakan jamuan makan penting dan ia minta Dong Yi yang mengurus semua rekening2nya kalau ia pergi. Dong Yi mengerti. Byeon sangat senang dengan bantuan Dong Yi, dan ia pergi.

Dong Yi membereskan pembukuan itu dan mencari tempat untuk menyimpan buku2 transaksi itu. Dong Yi membuka lemari dan melihat kalau ternyata semua surat yang ia kirimkan pada Cha Cheon Soo tidak pernah dikirim. Dong Yi membuka salah satu suratnya dan ia sadar Pedagang Byeon tidak pernah mengirim surat2 ini.

Dong Yi langsung mencari pelayan tua itu dan tanya apa yang terjadi dengan surat2nya ini, mengapa ini ditemukan di kantor Pedagang Byeon? Pelayan tua itu terlihat kaget, bagaimana kau bisa tahu.. Dong Yi memperlihatkan surat2nya. Ini surat yang kuminta untuk dikirim ke Doseong dan apakah dari awal, Pedagang Byeon tidak pernah mengirim satupun suratku? Dong Yi mendesak pelayan itu, katakan, aku harus tahu!

Pelayan tua itu minta maaf pada Dong Yi, ini perintah Pedagang Byeon, dan ia tidak punya pilihan kecuali melaksanakannya. Dong yi merasa putus asa. Dong yi merenung di kamarnya dan memandangi surat2nya yang tidak pernah dikirim. Pedagang Byeon tidak pernah berniat mengirim suratnya. Dong yi ingat kata2 pelayan tua, kalau Byeon merasa Dong yi itu pintar dan ingin menahannya, memintanya berbohong dan pelayan itu memperingatkan Dong yi kalau Byeon itu bukan orang terhormat seperti yang sudah dipikir oleh Dong Yi. Byeon sudah mengeluarkan banyak uang dan ia pasti tidak akan mengijinkan Dong Yi pergi. Dong yi sudah mengambil keputusan.

Cha Cheon Soo lari menemui Seo Yong Gi yang sedang bicara dengan pedagang. Seo Yong Gi tanya berapa lama waktu yang dibutuhkan? Pedagang itu menjawab, sekitar 1 minggu. Cheon soo datang dan tanya ada apa,ia dengar ada cara menemukan dong yi? Seo Yong Gi membenarkan tapi ia tidak tahu apa ini benar. Ada jejak tentang dimana Dong Yi. Para pedagang tanya, apa kalian tahu mengenai batu pesan?

Cha Cheon soo : Batu pesan? Para pedagang menunjukkan satu contoh batu yang berisi pesan dan Seo Yong Gi berkata, itu batu pesan? Pedagang menjelaskan, untuk melakukan perdagangan di 8 provinsi, mereka akan saling mengirim dan menerima pesan lewat batu. Tapi ada kejadian aneh di kedai minum, ia bertemu seorang pedagang yang berkata ada seorang gadis di suatu tempat di Pyeongando ingin mengirim pesan ke Doseong.

Cha Cheon soo langsung waspada, apa benar? Keduanya langsung naik kuda dan mencari batu pesan itu, mereka menuju ke tempat dimana para pedagang biasa meletakkan batu pesan. Keduanya sangat berharap bisa menemukan Dong Yi.

Seo Yong Gi dan Cha Cheon soo mendekati tumpukan batu2, Cheon soo menemukan satu batu tertulis : Uiju...Pyeon Sang Chon...Dong Yi. Cheon Soo langsung teriak : ini Dong Yi! lalu memberikan pada Seo Yong Gi.

Seo Yong Gi berkata mereka akan ke Uiju, dari sini menuju Uiju hanya 3 hari perjalanan tanpa berhenti, kita akan sampai disana. Keduanya langsung berangkat dengan kuda.

Anak buah Pedagang Byeon sibuk menyiapkan perjamuan. Dong yi sudah mengepak barang2nya dan siap lari. Shim Yun Taek mengambil kesempatan mencicipi makanan gratis dan memancing informasi dari pelayan yang menggoreng makanan, siapa Dong Yi itu. Pelayan itu menjelaskan, Dong Yi bukan pelayan dari Pedagang Byeon, Byeon membawanya saat ia pulang dari perjalanan bisnis, saat itu Dong Yi luka parah dan bersimbah darah dan tidak mudah menyelamatkan nyawanya.

Shim Yun Taek mengerti, dan ia bergumam, jadi ia bisa baca tulis, tidak tahu apa ia seorang Gungnyeo atau bukan, seorang gadis yang bersimbah darah. Pelayan itu tidak mengerti apa yang dikatakan Shim Yun Taek. Dan Shim Yun Taek berkata ah bukan apa-apa, lanjutkan saja menggoreng, Shim Yun Taek merayu pelayan itu, kau bukan saja cantik tapi juga pintar memasak. Pelayan itu tersipu dan Shim Yun Taek minta makanan gratis lagi hahaha...

Shim Yun taek tanya siapa yang akan datang. Pelayan itu tidak tahu, tapi sepertinya seorang bangsawan dari Doseong. Shim Yun Taek, apa benar? Jadi akan ada orang dari Doseong, siapa dia?

Dong Yi menyelinap dan pelayan tua itu melihatnya, kau mau kemana? Pelayan itu melihat Dong Yi membawa buntalan, apa kau mau lari? Dong Yi memohon agar pelayan itu pura-pura tidak melihatnya. Ia harus segera ke Doseong dan menyelesaikan masalah.

Pelayan tua itu berpikir dan Dong Yi memohon-mohon. Pelayan itu akhirnya menunjukkan jalan keluar dan berkata pada Dong Yi : Cepat pergi! Dong Yi berterima kasih pada pelayan tua itu dan pelayan itu berkata, jangan sampai tertangkap, jika itu terjadi, tidak ada yang bisa menyelamatkanmu.

Dong Yi mengerti dan berkata ia tidak akan melupakan bantuan pelayan itu. Dong Yi pergi meninggalkan Uiju dan ia melihat...Jang Hee Jae! yang duduk di atas tandu menuju Uiju.

Dong Yi : Orang itu adalah...Dong Yi berbalik.
Jang Hee Jae : Tunggu! sebentar...

Jang Hee Jae melihat sesuatu yang menarik perhatian-nya...


Historical Facts :

Dalam sejarah aslinya, Ratu Jang akan menyiksa Choi Suk Bin (Dong Yi)

Sebelum Ratu Jang dihukum minum racun, Ratu Jang sempat menghukum Choi Suk Bin dengan pukulan dan mengurungnya dalam gudang penyimpanan.

Apa drama ini juga akan menampilkan itu? Kita lihat saja.


Shim Yun Taek itu mungkin Kim Chun Taek, arsitek partai Noron yang akan membantu Dong Yi dalam membangun kekuatan politik dan mencari keadilan.


Jang Ok Jung :
Th 1688 Jang diangkat sebagai So Ui
Th 1689 Jang melahirkan pangeran Yi Yun dan menjadi Hui Bin
Saat Ratu Inhyeon dibuang, Hui Bin diangkat jadi Ratu, anaknya diangkat jadi Putra Mahkota.

Th 1694 Ratu Inhyeon diangkat kembali dan Ratu Jang dikembalikan sebagai Hui Bin/ Hee Bin.
Th 1701 Ratu Inhyeon meninggal tanpa sebab yang jelas.

Dikatakan kalau Sukjong menemukan Hee Bin dalam kediaman-nya bersama Jang Hui Jae/ Jang Hee Jae dan seorang dukun yang berdoa agar Ratu Inhyeon meninggal (sambil menusuk boneka dengan panah).
Jang Hee Bin, kakaknya, dan semua yang terlibat ditangkap dan dihukum mati dengan cara minum racun.

Jang Hee Bin meninggal di usia 43 th, punya 2 anak, Calon Raja, Gyeongjong dan Pangeran Seongsu.

Choi Dong Yi :
Th 1694 diangkat menjadi Suk Bin saat melahirkan anaknya, Calon Raja, Yeongjo

Choi Suk Bin dianugerahi nama : Lady Hwagyeong.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar