Senin, 27 Juni 2011

Dong Yi episode 26

Dong Yi kaget setengah mati melihat Jang Hee Jae. Jang Hee Jae juga tidak percaya melihat Dong Yi disini, wanita beracun! kau masih hidup dan sembunyi di Uiju. Jang Hee Jae berkata pada anak buahnya, apa yang kalian tunggu, cepat tangkap Dong Yi !!

Pedagang Byeon bingung, ia tanya pada Jang Hee Jae ada apa, Jang Hee Jae membentak Byeon, jika Byeon tidak mau cepat mati maka lebih baik Byeon mundur. Dong Yi mohon agar Byeon membantunya. Jang Hee Jae menghalangi Byeon, kau tidak melihat apa-apa malam ini, apa kau mengerti?? Byeon bingung dan tidak bereaksi. Jang Hee Jae pergi membawa Dong Yi.

Pelayan Seol Hee lapor kalau Dong Yi ditangkap. Seol Hee tanya apa maksudnya Dong Yi ditangkap? Pelayan-nya berkata, ia tadi ada di dekat rumah pedagang Byeon dan ia menyaksikan sekelompok orang datang dan menangkap Dong Yi dan membawa Dong Yi pergi dari rumah Byeon. Sepertinya mereka Jang Hee Jae dan anak buahnya yang tadi barusan di Gibang. Seol Hee terkesiap.

Byeon juga shock dan berkata apa sebenarnya yang terjadi, mengapa Jang Hee Jae dan Dong Yi bisa saling kenal, apa yang terjadi...Pelayan tua-nya bertanya, bukankah berarti Dong Yi itu benar, dia selalu berkata kalau ia seorang Gungnyeo. Byeon baru sadar. Pelayan-nya berkata, ada yang sedikit aneh dengan Dong Yi, jika ini benar, maka Tuan harus segera melapor ke Doseong tentang masalah ini, atau paling tidak kantor administrasi.

Byeon berkata, apa kau ini gila atau naif, orang yang menangkap Dong Yi adalah Jang Hee Jae, bagaimana ia bisa melaporkan ini pada pihak berwajib? Pelayan-nya tanya, lalu bagaimana dengan Dong Yi, sepertinya Jang Hee Jae ingin mencelakai Dong Yi. Byeon berkata hal ini benar2 membuatnya gila.

Dong Yi diikat. Jang Hee Jae masuk dan menanyai Dong Yi.

Jang Hee Jae : Apa yang terjadi, ...apa kau tidak dengar apa kataku..aku tanya padamu apa yang terjadi di sini??

Dong Yi : Apa kau tanya mengapa aku masih hidup? Ya..pembunuh yang kau kirim untuk membunuhku, hampir mencabut nyawaku..tapi bagaimanapun aku tidak mati...Tidak, aku harus berkata aku tidak akan mati.

Jang Hee Jae : kau ini wanita kejam, ini pertama kalinya aku bertemu racun berbahaya dan menakutkan, ini benar. Kau tahu, tidak seorangpun pernah membuatku seburuk ini, aku tidak pernah membayangkan perempuan seperti kau membuatku seperti ini. Apa yang kau lakukan di Uiju, bagaimana kau bisa mengenal Shim Yun Taek?

Lalu anak buah Jang Hee Jae lapor ada masalah. Jang Hee Jae tanya, ada apa (lagi, bwa haha aku senang lihat Jang Hee Jae stress) ? Anak buahnya berkata, pria yang barusan bukanlah penerjemah. Apa?? Jang Hee Jae kaget sekali. Anak buahnya melanjutkan, kalau penerjemahnya sudah dibius dan dalam keadaan tidak sadar jadi tidak mungkin datang ke Gibang.

Jang Hee Jae : Siapa penerjemah itu sebenarnya...siapa dia?? Jang Hee Jae lalu melihat Dong Yi dan ia sadar...apa mungkin orang itu adalah Shim Yun Taek? Dong Yi diam saja. Dan Jang Hee Jae mengerti, jadi benar, dia jadi kesal sekali dan mau meledak.

Sementara itu, Shim Yun Taek berkuda dengan cepat ke suatu tempat...

Tentara di kantor administratif Uiju mendapatkan lukisan wajah Shim Yun Taek, Kapten menjelaskan penjahat itu bernama Shim Yun Taek, dia sudah melarikan diri dari pengasingan dan tidak bisa ditemukan, kalian harus menangkap Shim Yun Taek. Anak buahnya langsung mengadakan pencarian.

Jang Hee Jae ngamuk dan anak buahnya masuk, Jang Hee Jae tanya bagaimana perkembangan-nya? Anak buahnya lapor mereka sudah minta petugas di Uiju pergi menangkap Shim Yun Taek dan mereka takut Shim Yun Taek sudah meninggalkan batasan pengasingan-nya dan memerintah mereka pergi ke kota terdekat. Anak buahnya lalu tanya, bagaimana dengan DOng Yi? Apa harus segera dibunuh?

Jang Hee Jae berkata tidak perlu, lebih baik mengorek informasi sebanyak mungkin darinya. Jang Hee Jae berkata, masalah perjanjian-nya dengan utusan Qing itu, selain Shim Yun Taek, ia harus tahu siapa lagi yang mengetahuinya, itulah mengapa ia harus mencari tahu dari DOng Yi. Anak buahnya mengerti dan berkata ia akan mengorek keterangan dari DOng Yi.

Jang Hee Jae berkata pada dirinya sendiri, Dong Yi..kali ini dia yang akan membunuhnya, dengan tangan-nya sendiri, kau pasti akan mati di tanganku.

Dong Yi disekap di gudang, tangan-nya terikat. Lalu pintu terbuka, anak buah Jang Hee Jae berkata kalau Jang Hee Jae ingin tahu siapa lagi yang tahu masalah mengenai perjanjian Jang Hee Jae dengan Utusan Qing itu. Kau harus bicara. Anak buah Jang Hee Jae berkata kau tidak bisa lolos lagi, kau akan mati. Jadi lebih baik kalau kau mati cepat daripada menderita karena disiksa. Itu pilihan-mu.

Anak buah Jang Hee Jae tanya, selain Shim Yun Taek, siapa lagi yang tahu masalah ini, bicara!! Pria itu mendekati DOng Yi dan berkata kalau pekerjaan-nya sebelum ini adalah sebagai Swae Jang (penyiksa di pengadilan), jadi ketika ia menginterogasi seseorang dengan siksaan, tidak ada yang sanggup menahan penderitaan-nya. Jadi bicaralah!!

Cha Cheon Soo masih mencari kuda yang segar dan ia ingat kalau ada beberapa tempat minum yang memiliki istal, Cheon Soo pergi ke sana. Setelah sampai satu kedai minum, ternyata tidak ada kuda dalam istalnya. Pemilik istal berkata ia hanya punya seekor kuda dan kudanya tidak bagus. Jangankan berkuda ke Uiju, untuk ke Young Cheon saja tidak akan sanggup. Cha Cheon Soo kecewa lalu ia melihat sekelompok pasukan.

Cha Cheon Soo mengenalkan diri kalau ia polisi dari kantor polisi Hanyang dan tanya apa ini pusat latihan petugas di Young Cheon. Petugas itu membenarkan. Cheon Soo merasa ada sedikit harapan.

Seo Yong Gi mengirim pesan pada Han Jang Bu dan tanya apa petugas disitu masih belum punya kuda. Petugas itu berkata ia sudah mencari kemana-mana dan tampaknya...tiba2 Seo Yong Gi mendengar ringkikan kuda, Cha Cheon Soo datang menunggang kuda dan menuntun seekor kuda lalu memanggil Seo Yong Gi.

Seo Yong Gi terpana bagaimana Cha Cheon Soo bisa mendapat kuda? Cha Cheon Soo berkata ia mendapat-nya dari pusat latihan militer Young Cheon. Tidak ada waktu lagi, jika Jang Hee Jae benar2 ada di Uiju, aku takut Dong Yi dalam bahaya. Seo Yong Gi langsung naik ke kudanya dan keduanya menuju Uiju.

Biro Penyelidik Internal mengadakan latihan malam. Ae Jung heran mengapa tiba2 ada latihan. Jung Im menjawab hanya latihan biasa. Eun Geum dan Shi Bi terlihat mencurigakan. Yoo Sang Gung tiba diikuti Jeong Sang Gung dan Bong Sang Gung. Yoo Sang Gung tanya apa semuanya sudah siap? Jeong Sang Gung berkata tempat latihan sudah siap. Yoo Sang Gung melirik Eun Geum dan Shi Bi. Yoo Sang Gung minta para Gungnyeo mengikutinya.

Eun Geum dan Shi Bi jalan di barisan paling belakang dan diam-diam menyelinap ke kamar Jeong Sang Gung. Eun Geum menyembunyikan sesuatu di kamar Jeong Sang Gung. Shi Bi bertanya, apa yang mereka lakukan ini benar, Eun Geum berkata mereka hanya mengikuti perintah dari Yoo Sang Gung. Eun Geum : Ayo pergi sebelum ada yang melihat kita. Keduanya segera pergi.

Jung In Guk pergi malam-malam dan ia diikuti seseorang. Jung In Guk tanya apa semua sudah siap, seseorang mengiyakan. Jung In Guk pergi. Mata2 itu mengikuti Jung In Guk. Anak buah Oh Yun kembali dan Oh Yun tanya apa hasilnya? Asisten-nya lapor semua sudah disiapkan. Oh Yun berkata, bagus.

Ratu Jang merenung dan Jo Sang Gung menghadapnya. Jo Sang Gung memberikan surat dari Dong Ji Ui Geum Oh Yun (pangkat-nya sudah naik lagi, itu pejabat tingkat 2). Ratu Jang membuka surat dan membaca : Tidak akan lama lagi dan tidak akan ada seorang pun yang bisa mengungkit masalah penurunan Ratu Inhyeon lagi. Jo Sang Gung senang mendengarnya.

Sukjong merenung dan ia resah. Kasim Han menghadap, ia lapor kalau Ratu Jang ingin bertemu Sukjong. Sukjong heran lalu minta Ratu Jang untuk masuk. Sukjong menyambut Ratu Jang, ada apa malam-malam datang ke sini? Ratu Jang tanya apa ia perlu alasan untuk datang dan menemui Sukjong, jika tidak ada alasan, apakah ia tidak bisa datang ke kediaman Raja hanya untuk memberi salam padanya? Sukjong berkata bukan begitu.

Sukjong memberikan buku pada Ratu Jang dan Ratu berkata itu adalah "So Hak" (buku dasar2 pelajaran bahasa Cina). Sukjong membenarkan. Tidak lama lagi, Putra Mahkota akan mulai belajar membaca dan menulis karakter dari So Hak. Sukjong mengutip : "Janji harus ditepati dan tindakan harus tegas." Sukjong menjelaskan jika yang dikatakan adalah dusta maka tindakan-nya harus tegas. Ratu Jang merasa tidak enak. Sukjong tanya, ada apa? Ratu Jang berkata bukan apa-apa.

Ratu Jang berkata mungkin ia tahu susah mengatakan kata-kata yang tidak ada kebohongan-nya dan perasaan-nya terganggu. Ratu Jang tanya, apa mungkin Baginda sudah berbohong padanya.

Ratu Jang berkata dia punya kebohongan sebagai wanita, sebagai Ratu Pendamping sepertinya banyak kebohongan dalam dirinya tapi Ratu Jang berkata ia tidak pernah tersenyum pura-pura pada Sukjong. Itulah mengapa jika Sukjong berbohong padanya, itu akan sangat menyakiti hatinya. Sukjong sedikit terkejut.

Sukjong mengantar Ratu Jang pergi dan merenungkan kata-kata Ratu Jang. Sukjong heran mengapa tiba-tiba Ratu Jang mengatakan hal itu?

Nyonya Yoon mengunjungi Ratu Jang. Sebagai Ibu ia menghibur putrinya itu. Nyonya Yoon berkata bukankah ia sudah pernah berkata kalau hati seorang pria tidak bisa dipercaya. Ratu Jang membenarkannya, benar, ibu sudah pernah mengatakan-nya. Dulu Jang menjawab, ia tidak mempercayai hati Sukjong tapi Jang percaya dengan dirinya sendiri, tapi ternyata Ratu Jang salah dengan jawaban itu. Ratu Jang berkata, dia sangat ingin bisa menaruh kepercayaan-nya pada hati Sukjong.

Ratu Jang berkata, mungkin ini lah manusia, aku tidak bisa mengingat kesalahan-ku tapi aku hanya bisa mengingat kebohongan dan rasa sakit yang sudah dibuat Sukjong pada ku dan aku merasa sangat sakit dan tidak adil. Ratu Jang menangis terisak, aku bukan lagi orang yang ada dalam hati Sukjong...

Paginya, Jang Hee Jae marah mengapa Gubernur belum juga kembali. Perjalanan dengan kuda ke Pyeongyang hanya makan waktu 2 jam dan seharusnya sudah sampai, bagaimana bisa sampai sekarang belum ada kabar? Anak buahnya tanya, apa mungkin ada kecelakaan di tengah jalan? Jang Hee Jae : Apa maksudmu? Anak Buahnya berkata, sampai saat ini mereka belum menahan Shim Yun Taek, bagaimana jika Shim Yun taek tiba lebih dulu ke Pyeongyang dan mendapat buku catatan militer itu.

Jang Hee Jae minta anak buahnya tutup mulut, jangan jadi pesimis. Beraninya membuat kesimpulan seperti itu! Seorang anak buah lain masuk dan berkata Utusan Qing itu sudah tidak sabar, dan menekan mereka untuk cepat2, karena kapalnya akan segera berangkat. Jang Hee Jae berkata, katakan pada Utusan Qing itu kalau buku catatan militer itu akan segera sampai disini...segera.

Jang Hee Jae juga mengirim orang untuk mencari informasi apa yang terjadi pada Gubernur dan dimana Shim Yun Taek sekarang. Jang Hee Jae lalu tanya, apa Dong yi sudah membuka mulut? Anak buahnya berkata, Dong Yi itu keras kepala dan tidak bicara apa-apa. Jang Hee Jae tahu itu, sudah jangan buang waktu lagi, kita harus membunuhnya terlebih dulu, bawa Dong Yi kesini. Anak buahnya mengerti.

Dong Yi terlihat lemah dalam gudang, lalu pintu terbuka, ia terperanjat. Anak buah Jang Hee Jae masuk dan mereka membawa DOng Yi. Dong Yi diseret ke depan Jang Hee Jae.

Jang Hee Jae berkata ia sebenarnya punya rencana untuk menangkap Shim Yun Taek dan setelah itu mengirim kalian berdua ke alam maut bersama. Tapi sepertinya, aku harus mengirim Dong Yi duluan. Dong Yi berkata, biarpun ia mati, kebenaran tidak akan pernah lenyap. Jang Hee Jae, "Apa??" Dong Yi berkata mereka sudah menggunakan penipuan untuk mencelakai Ratu Inhyeon dan lebih lagi untuk lebih mengokohkan kekuatan politik mereka, melakukan hal yang tidak bisa diampuni, menjual rahasia keamanan negara ke negara lain. Apa kau tidak takut hukuman dari langit?

Jang Hee Jae tertawa, ia berkata Dong Yi benar2 berani, sudah dekat dengan kematian masih juga bisa menakutinya. Baik, ini kali terakhir kau bisa menakutiku dan aku akan mendengarnya, tapi keberuntungan-mu sudah habis. Hari ini, Jang Hee Jae yakin, Dong Yi akan mati di depan matanya. Jang Hee Jae memberi tanda dan anak buahnya menghunus pedang untuk membunuh Dong Yi. Tiba2 Shim Yun Taek muncul! Tahan!! Shim Yun Taek teriak.

Dong Yi kaget sekali melihat Shim Yun Taek kembali. Jang Hee Jae kesal dengan gangguan ini.

Shim Yun Taek berkata, ia akan memberikan apa yang diinginkan Jang Hee Jae, tapi Jang Hee Jae harus melepaskan Dong Yi. Jang Hee Jae, "Apa?" Shim Yun Taek berkata buku catatan militer itu maksudku. Jang Hee Jae terkejut. Shim Yun Taek mengulang, ia akan memberikan buku catatan militer itu, tapi Jang Hee Jae harus membebaskan Dong Yi. Dong Yi terpana. Jang Hee Jae masih tidak percaya.

Shim Yun Taek menegaskan, bukankah Jang Hee Jae mati2an mencari buku catatan militer ini, sekarang ada di tangan-nya, jadi bagaimana...Ini adalah pertukaran bisnis yang menguntungkan, membebaskan Dong Yi dan menukarnya dengan buku catatan militer. Jang Hee Jae berkata, "Jangan bicara sembarangan!! Bagaimana mungkin kau memiliki buku catatan militer itu."

Shim Yun Taek berkata, petugas Administratif Pyeongyang dan dirinya adalah teman sekelas dan juga anggota partai Seoin, Jang Hak Su. Shim Yun Taek mendapat buku catatan militer dari teman-nya itu. Jang Hee Jae kaget. Shim Yun Taek berkata, kalian belum mendapat kabar dari Gubernur Uiju kan? Jang Hee Jae kesal sekali. Shim Yun Taek melanjutkan, ini karena Gubernur Uiju mencari buku catatan militer yang tidak ada lagi di Pyeongyang, dan Gubernur menunggu dengan gelisah di Pyeongyang.

Sekarang Shim Yun Taek melemparkan syarat2nya pada Jang Hee Jae (istilah keren-nya, bola ada di tangan Jang Hee Jae hahaha). Shim Yun Taek berkata, lalu bagaimana, Utusan Qing itu akan kembali ke China, apa kau akan menunggu Gubernur Uiju yang mungkin tidak akan pernah kembali dan rencanamu berakhir begitu saja, atau mendapat buku catatan militer itu dengan melepaskan Dong Yi. Jang Hee Jae murka sekali. Beraninya kau!!

Jang Hee Jae kembali dengan tantrum-nya (kaya anak 3 th), dia membanting meja lagi dan marah2 beraninya Shim Yun Taek memerasnya dengan buku catatan militer itu dan ia tidak percaya ini bisa terjadi. Anak buah Jang Hee Jae berkata mungkin Shim Yun Taek berkata jujur. Jang Hee Jae menyuruh anak buahnya, cepat cari tahu siapa nama petugas di Pyeongyang!

Dong Yi dan Shim Yun Taek ditahan di gudang, terikat. Dong yi tanya, apa yang coba dilakukan Shim Yun Taek, menyerahkan buku catatan militer itu, apa kau gila?

Shim Yun Taek tanya, apa mereka harus mengorbankan nyawa mereka demi negara, hanya untuk menjaga buku catatan militer itu? Dong Yi tidak percaya, jadi kau benar2 ingin menyerahkan buku itu pada Jang Hee Jae? Shim Yun taek berkata, tentu saja, jika ini bisa menyelamatkan nyawa mereka.

Dong Yi merasa ngeri. Shim Yun Taek berkata, Dong Yi harus mendengar apa yang ia katakan, dengar dengan benar, sekarang, Jang Hee Jae akan mencari tahu siapa pejabat di Pyeongyang dan Jang Hee Jae tidak punya pilihan selain melepaskan DOng Yi, jadi setelah kau bebas, kau harus menjaga nyawamu dan bertahanlah.

Dong Yi berkata aku tidak bisa melakukan-nya, bahkan jika kau akan menyerahkan buku catatan militer itu pada Jang Hee Jae. apakah Jang Hee Jae akan membiarkan-nya hidup. Dong Yi tahu apa yang akan dilakukan orang2 itu pada Shim Yun Taek, bagaimana ia bisa cari selamat sendiri, DOng Yi tidak bisa melakukan-nya.

Shim Yun Taek berkata, kukira kau ini pintar, tapi sepertinya kau ini benar2 idiot (hahaha..baru satu orang ini yang berkata Dong Yi idiot). Shim Yun Taek berkata, seperti katamu, jika aku sudah menyerahkan buku catatan militer itu, Jang Hee Jae tidak akan membiarkan aku hidup, tapi sebelum itu terjadi, ini hanya untuk mengulur waktu.

Shim Yun Taek melanjutkan, kalau Dong Yi bisa lepas, maka kau akan memikirkan cara untuk datang dan menolongku. Shim Yun Taek berkata mengapa ia mengulur waktu, karena Dong Yi akan bisa melakukannya, dengan sedikit keberuntungan, menolongku dan kalaupun aku mati, ini karena sudah tidak ada pilihan lagi.

Dong Yi takut, mengapa Shim Yun Taek berkata akan dibunuh. Jika memang salah satu dari mereka akan mati, itu akan 100 kali lebih baik dibandingkan dengan dirinya yang masih hidup.

Shim Yun Taek berkata, Dong Yi kau punya misi penting yang harus kau selesaikan di Doseong. Jika kau berhasil, itu akan membalaskan semua ketidakadilan yang aku terima, jadi kau harus bertahan. Dong Yi terharu.

Anak buah Jang Hee Jae membawa Shim Yun Taek dan Dong Yi ke hadapan Jang Hee Jae. Jang Hee Jae berpikir sejenak lalu ia setuju dengan syarat Shim Yun Taek, jika ia menyerahkan buku militer itu maka Jang Hee Jae akan membebaskan DOng Yi. Jang Hee Jae tanya, sekarang dimana buku itu?

Shim Yun Taek tanya, kau ini kenapa? Apa ini pertama kalinya kau melakukan transaksi bisnis? Jika kau ini aku, apa kau akan percaya begitu saja?

Jang Hee Jae teriak pada Shim Yun Taek. Shim Yun Taek berkata, pertama, bebaskan Dong Yi!! Lalu aku akan menunjukkan dimana buku itu kusembunyikan. Shim Yun Taek berkata sebelum buku itu ditemukan, Jang Hee Jae bisa menahan-nya, jadi Shim Yun Taek minta untuk segera membebaskan Dong Yi.

Jang Hee Jae memerintah agar Dong Yi segera dilepaskan. Shim Yun Taek menyuruh Dong Yi segera pergi. Dong Yi masih belum pergi, Shim Yun Taek menegurnya, mengapa masih disini? ayo cepat pergi!!

Dong Yi pergi. Jang Hee Jae lalu berkata, kau bisa mengatakan dimana buku catatan itu. Shim Yun Taek berkata ada di jembatan Gwangmu dekat Songhwasan, di sekitar pegunungan ada sebuah Shin Du Bi (Nisan kuburan kerajaan), di arah itu ada hutan pohon pinus merah, ada di situ. Jang Hee Jae memerintah anak buahnya pergi dan mencarinya, Jang Hee Jae berkata pada Shim Yun Taek, kau akan mati dengan tubuh tidak utuh jika ini adalah tipuan. (jadi ingat cara menghukum jaman Joseon, tangan kaki diikatkan ke kuda dan ditarik ke 4 penjuru hiiiyy )

he made me curious haha

Dong Yi lari dengan cepat dan ia berhenti sejenak untuk mengatur nafasnya. Dong Yi ingat kata2 Shim Yun Taek, aku pikir kau ini pintar, tapi sepertinya kau ini benar2 idiot. Dong Yi harus cari cara menyelamatkannya, ia hanya mengulur waktu saja. Dong Yi melanjutkan lari. Sementara itu, anak buah Jang Hee Jae menemukan lokasi yang dimaksud Shim Yun Taek dan mulai menggali tanah mencari buku catatan militer itu. Shim Yun Taek ditahan di gudang.

Dong Yi lari ke Gibang milik Seol Hee, ia menggedor gerbang. Pelayan Seol Hee membukanya dan kaget ketika melihat Dong Yi. Dong Yi tanya apa Seol Hee ada. Seol Hee bergegas menemui Dong Yi, ia kaget melihat Dong Yi luka-luka, apa yang terjadi mengapa kau terluka, apa lukamu parah, Seol Hee sangat cemas. Dong Yi berkata kalau Shim Yun Taek ada dalam bahaya. Seol Hee heran, tapi Dong Yi bekata tidak ada waktu lagi, ia mohon Seol Hee menolongnya. Mereka harus segera menyelamatkan Shim Yun Taek. Seol Hee bingung, apa yang sudah terjadi?

Nyonya Yoon dengan angkuhnya jalan di pasar dan orang2 semua berdiri di pinggir untuk memberi salam padanya. Kemudian ia bertemu Nyonya Park. Nyonya Park tidak terlalu ramah pada Nyonya Yoon. Mengapa kau sekarang berubah? Nyonya Park berkata ia sibuk, ia mengadakan pertemuan para wanita di rumahnya, apa Nyonya Yoon mau mampir. Apa kau pikir aku bisa tanya Ny. Yoon. Ny. Park menyindir, suami dan anaknya bertahun2 ada di biro musik. Ny. Yoon berkata apa itu salahku kalau suamimu tidak dipromosikan?

Ny. Park kesal karena suami dan anaknya sudah melayani kakak beradik Jang, tapi tidak mendapat balasan. Akhirnya ia pergi. Ny. Yoon berkata, baik kita lihat nanti siapa pecundangnya.

Do Seong Ji bersama Sukjong yang sedang membaca surat. Selesai membaca, Sukjong kesal sekali dan meremas surat itu. Surat itu berkata, untuk pergi dan selidiki pondok Ratu Inhyeon karena mereka mengadakan konspirasi untuk mengangkat kembali Ratu Inhyeon.

Do Seong Ji berkata banyak sekali laporan mengenai masalah itu akhir2 ini. Ini mungkin karena Sassinamjungki yang sudah beredar di istana dan membuat kekacauan. Ada alasan mengapa sentimen publik meningkat. Akan jadi masalah, jika mereka tidak segera mengatasi sentimen publik ini. Mereka menyalahkan Ratu Inhyeon yang benar2 tidak memikirkan hal-hal duniawi lagi.

Isi dokumen ini tidak bertanggungjawab, jika dokumen ini ada lagi, maka Do Seong ji akan melarang petugas menyampaikan dokumen seperti ini. Sukjong minta Do Seong Ji melakukannya, agar mereka tahu. Do Seong Ji mengerti.

Ratu Jang berkata, Sukjong sudah menolak semua dokumen yang melawan Ratu Inhyeon? Oh Tae Seok membenarkan. Ratu Jang tanya lalu apa yang membuatmu menemuiku? Oh Tae Seok berkata mereka cemas kalau Sukjong sepertinya punya rasa sentimentil terhadap Ratu Inhyeon dan takut apa yang sudah mereka kerjakan akan lenyap begitu saja. Oh Tae Seok berkata mereka harus ekstra hati-hati, mereka tidak ingin melihat masalah kecil yang tidak diatasi dengan benar, yang bisa membuat Ratu Jang gelisah.

Ratu Jang berkata itu terserah Oh Tae seok untuk mengurusnya. Oh Tae Seok sedikit kaget dengan perubahan nada suara Ratu Jang. Ratu Jang berkata jika Sukjong mempercayai Ratu Inhyeon, maka Sukjong ingin membuktikannya di depan publik, bukankah itu mencurigakan?

Oh Yun dan Oh Tae Seok kembali ke kediaman mereka dan Oh Yun berkata mereka harus segera cari cara meredakan sentimen publik dan juga perasaan Sukjong terhadap Ratu Inhyeon, maka masa depan Ratu Jang dan Putra Mahkota akan aman. Oh Tae Seok berkata mereka tidak boleh melakukan kesalahan, jika masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan baik, maka akan ada kesempatan bagi Ratu Inhyeon untuk diangkat kembali dan pulang ke istana sebagai Ratu, apa kau mengerti. Oh Yun mengerti.

Anggota biro musik sedang berlatih tapi tanpa semangat padahal di depan Oh Tae Pung dan anaknya. Hwang Ju Shik menghentikan latihan dan tanya ini tidak sesuai standar, latihan ini untuk Ratu Jang dalam festival Chimjaerye (festival Sutera Kerajaan) jadi sampai mereka puas, Hwang Ju shik akan minta pemusik meneruskan latihannya. Oh Tae Pung berkata ya lakukan saja. Hwang Ju Shik heran. Oh Ho Yang berkata ya seperti itu juga tidak apa-apa, tidak perlu latihan mati2an sampai kelelahan. Kedua ayah dan anak itu lalu pulang.

Hwang Ju shik kesal sekali, ia tidak tahu bagaimana mengatasi ayah dan anak Oh itu. Yeong Dal berkata ada apa dengannya, pemusik sudah tidak berlatih, jadi sudah selesai. Hwang Ju shik berkata mereka itu Jendralnya tapi pasukannya tidak tahu apa yang harus dilakukan. Yeong Dal berkata festival Chimjaerye kali ini benar2 penting. Biasanya Nae Jam Sil (pemelihara ulat sutera) akan terlibat di dalam istana. Kali ini Ratu Jang ingin mengadakan festival di luar khususnya untuk upacara Seon Jam Eui. Yeong Dal masih tidak mengerti, ada yang aneh mengapa Ratu Jang ingin mengadakan Seonjam-eui (upacara memberi makan ulat sutera) diluar istana.

Hwang Ju Shik berkata, ada sentimen publik, jadi dia ingin berkata bahwa "Aku adalah Ratu jadi tidak seorangpun yang boleh menghinaku." pasti itu alasan-nya. Hwang Ju Shik berkata, ayo kita cari waktu untuk membuat lelucon pada mereka.

Jo sang Gung memeriksa persiapan festival Chimjaerye, lalu tanya bagian Nae Jam Si, apa kata bagian dept. perkiraan cuaca. Nae Jam Sil berkata, cuaca akan baik. Jo Sang Gung tanya bagaimana dengan buku Wi Swa (buku untuk mencatat setiap acara) untuk acara Chimjaerye ? Ini membuatku cemas. Petugas itu berkata agar Jo Sang Gung mengikutinya. Jo Sang Gung memberi isyarat pada Yeong Sun dan Yeong Sun masuk ke kediaman petugas Nae Jam Sil.

Ratu Inhyeon menyulam dalam pondoknya dan Ahn Sang Gung menggulung benang untuknya. Jung Geum memanggil Ratu Inhyeon untuk segera keluar. Ratu Inhyeon tanya ada apa, Ratu keluar dan terkejut dengan gulungan kain di depan pondoknya. Kain warna-warni yang indah.

Ratu Inhyeon : Ah! Apa yang terjadi disini. apa ini?
Jung Geum : Saya tidak tahu, Yang Mulia...saya baru saja kembali dari luar..lalu menemukan gulungan kain ini yang bagaikan gunung.

Ratu Inhyeon termangu.
Ahn Sang Gung : Yang Mulia?

Jung Geum mengambil kain itu dan berkata ini Gyeong Geum (kain sutera kualitas tinggi yang di-impor dari China), ini adalah kain yang biasa dipakai di istana, rasanya lembut sekali.

Semuanya heran siapa yang meletakkan kain ini disini. Tapi Ratu berkata orang itu sudah mendapatkan rasa terima kasihnya, kain2 ini tidak akan bisa digunakan disini.

Ratu Inhyeon minta Ahn Sang Gung memilih yang bisa dipakai dan diperlukan dan kirim ke Hyeminseo (klinik kerajaan untuk masyarakat). Ahn Sang Gung masih membujuk Ratu Inhyeon karena akan tidak sopan menolak ketulusan hati pemberi.

Ratu Inhyeon berkata dia ada dalam hukuman, bagaimana bisa mengenakan atau makan sesuatu yang enak. Ratu Inhyeon tidak tahu siapa yang sudah berbaik hati padanya.

Sukjong-lah yang sudah mengirimkannya. Ia melihat pondok Ratu Inhyeon dari kejauhan. Kasim Han datang dan lapor semua yang diperintahkan Sukjong sudah dikirim. Sukjong mengerti. Sukjong tanya apa Kasim Han melihat Ratu Inhyeon dari jauh. Kasim Han membenarkan, Sukjong tanya, bagaimana keadaan-nya sekarang.

Kasim Han lapor dengan menyesal, kalau Ratu Inhyeon sedikit rapuh dan kurus. Sukjong berkata, ya pasti seperti itu. Sukjong menambahkan, dia tumbuh di lingkungan bangsawan lalu menjadi Ratu di istana, sekarang dipaksa tinggal di pondok jerami, hidupnya pasti sangat berat. Sukjong berkata, aku sungguh menyedihkan sebagai pria, aku adalah orang yang menurunkan Ratu Inhyeon dan sudah membuatnya kurus, tapi itu membuat hatiku sakit.

Seol Hee dan Dong Yi menunggu di jalan. Pelayan Seol Hee kembali. Seol Hee tanya, apa kau tahu dimana Shim Yun Taek. Pelayan-nya berkata, Sepertinya Shim Yun Taek ditahan di gudang dekat dermaga. Dong Yi berkata jika di dermaga, maka pasti banyak pasukan dari Sakchu (sebelah timur Uiju).

Pelayan Seol Hee berkata, kemungkinan besar Jang Hee Jae minta tentara itu disana untuk membantu mengamankan lokasi. Seol Hee berkata bahwa pasukan dari kantor administratif Uiju ada di bawah komando Jang Hee Jae, sekarang mereka akan digerakkan untuk kepentingan pribadi.

Dong yi berkata, sepertinya kita harus memecah perhatian Jang Hee Jae. Dong Yi minta Seol hee memancing Jang Hee Jae ke Gibangnya untuk mengulur waktu. Seol hee berkata itu pantas dicoba, hanya ia tidak tahu apa Jang Hee Jae akan memakan umpannya. Dong Yi berkata, Shim Yun Taek sudah bersedia berkorban nyawa untuk menyelamatkan nyawanya, jadi tidak peduli pakai cara apa, Dong Yi pasti akan mencobanya.

Seol Hee mengunjungi Jang Hee Jae. Jang Hee Jae menyalaminya tapi heran apa yang dilakukan Seol hee disini. Seol hee membungkuk pada Jang Hee Jae.

Sementara itu pelayan Seol hee dan Dong Yi bergegas ke dermaga. Jang Hee Jae tanya, menghibur Utusan Qing? Seol Hee berkata, Uiju adalah tempat dimana Qing berdagang dengan Joseon dan jika mereka mengusahakan-nya maka akan menguntungkan, itulah mengapa Seol Hee datang dan minta bantuan Jang Hee Jae.

Jang Hee Jae mengulang, jadi kau ingin pinjam bahuku sebagai dukungan? Kau ini benar2 pemberani. Seol hee berkata ia tidak datang demi bisnis semata. Jang Hee Jae heran, apa Seol hee benar2 menyukainya. Jang Hee Jae juga memiliki harapan yang sama. Jang Hee Jae setuju ikut dengan Seol Hee ke Gibangnya dan menyuruh anak buahnya mengundang utusan Qing itu ke Gibang.

Anak buah Jang Hee Jae mengingatkan tidak ada waktu untuk itu. Jang Hee Jae tanya, apa kau kira aku pergi untuk minum2? Aku hanya ingin mengulur waktu sampai buku itu ditemukan. Anak buahnya mengerti.

Jang Hee Jae berkata, sayang sekali kalau Seol hee tinggal di Uiju, bagaimana kalau mengambil kesempatan dan mengikutinya ke Doseong? Jang Hee Jae akan menjadi pendukungnya. Seol Hee menjawab, jika Jang Hee Jae berpikir demikian, maka ia akan mempertimbangkan-nya. Jang Hee Jae gembira.

Cha Cheon Soo dan Seo Yong Gi akhirnya sampai ke Uiju. Mereka mencari Dong Yi kemana-mana, tapi para pedagang tidak mengenal nama Dong Yi. Cha Cheon Soo tanya, dimana perusahaan dagang terbesar di Uiju. Pedagang itu menyebut suatu nama yang diakhiri dengan Pyeon Sang Chon. Cha Cheon Soo mengenalinya dan Seo Yong Gi mengangguk.

Keduanya tiba dan pelayan tua masuk memanggil Byeon, ada orang yang mencarinya. Byeon tanya siapa mereka. Seo Yong Gi tanya, apa Dong Yi ada disini? Byeon kaget sekali dan berkata tidak ada orang dengan nama itu. Cha Cheon Soo langsung menghunus pedang dan mengarahkan-nya ke Byeon.

Cha Cheon Soo berkata, mereka sudah tahu kalau Dong Yi pernah disini, dimana Dong Yi ? Byeon berkata mengapa kalian melakukan ini. Seo Yong Gi menjawab, mereka tidak ingin melukai Byeon, hanya ingin tahu dimana DOng Yi. Cha Cheon Soo mengangkat pedangnya mendekat ke leher Byeon. Byeon mengaku : Dong Yi ditangkap Jang Hee Jae yang datang dari Doseong. Seo Yong Gi cemas sekali.

Cha Cheon Soo merenggut kerah baju Byeon dan tanya dimana Jang Hee Jae sekarang?? Cheon Soo membuat Byeon tercekik. Cha Cheon Soo berkata pada pelayan tua kalau kedatangan mereka tidak boleh dikatakan pada siapapun, mengerti?

Cha Cheon Soo berkata sekarang Dong Yi ditahan Jang Hee Jae, apa yang harus kita lakukan. Seo Yong Gi berkata satu2nya cara menyelamatkan Dong Yi adalah menggunakan Bal Byeong Bu dari Raja, tidak ada pilihan lain.

Shim Yun Taek dijaga oleh tentara dan juga anak buah Jang Hee Jae. Pelayan Seol Hee datang dan menawarkan anggur pada Anak buah Jang Hee Jae. Ini hadiah dari Seol Hee, karena hari ini panas sekali dan pasti enak minum secawan anggur. Tapi mereka tidak menerimanya dan minta pelayan Seol hee pergi.

Pelayan Seol Hee berkata kalau Jang hee Jae ada di Gibang mereka dan harus menunggu untuk sementara. Anak buah Jang Hee Jae tetap tidak menerima anggurnya dan minta pelayan Seol Hee diam lalu menghunus pedang mereka. Pelayan Seol hee berkata, baik, baik aku akan pergi.

Dong Yi yang mengamati dari kejauhan tahu kalau usaha itu gagal. Pelayan Seol hee datang dan berkata anak buah Jang Hee Jae tidak terpengaruh. Dong Yi tanya apa ada cara lain. Pelayan Seol hee berkata banyak sekali penjaga, benar2 tidak ada ide.

Lalu salah seorang anak buah Seol Hee datang dan lapor kalau pasukan yang menjaga gudang tiba2 mundur. Pelayan Seol Hee heran, mereka melihat dari kejauhan, semua tentara meninggalkan lokasi, dan orang yang berjaga hanya anak buah Jang Hee Jae. Apa yang telah terjadi? Anak buah Seol Hee berkata seseorang datang ke kantor administratif Uiju dengan membawa Bal Byeon Bu dan minta pengerahan pasukan segera.

Pelayan Seol Hee berkata, jika cuma tinggal anak buah Jang Hee Jae, apa kalian bisa mengatasi mereka?

Anak buah Jang Hee Jae menggali ke seluruh tempat dan akhirnya menemukan buku itu. Mereka membuka bungkusan dan membaca judul bukunya. Sementara itu, Utusan Qing ada di Gibang, dihibur Jang Hee Jae. Lalu seorang pria masuk dan berbisik pada Jang Hee Jae.

Jang Hee Jae permisi keluar dan ia diperlihatkan buku catatan militer itu. Jang hee Jae membuka isinya dan berkata ini bagus. Anak buahnya tanya, bagaimana dengan Shim Yun Taek? Jang Hee Jae berkata ia sudah memiliki bukunya, maka orang itu tidak ada gunanya lagi, bunuh dia.
Jang Hee Jae masuk lagi dan memberikan buku militer itu. Utusan Qin itu puas sekali. Tapi mereka hanya membaca judul bukunya saja.

Anak buah Seol Hee pergi menyelamatkan Shim Yun Taek dan mereka bertempur dengan anak buah Jang Hee Jae serta mengalahkan mereka. Shim Yun Taek berjuang membebaskan diri dari ikatan-nya, lalu mengeluh kalau Dong Yi itu sombong sekali apa yang terjadi, apa dia akan kembali menyelamatkanku, tepat saat itu, Dong Yi membuka pintu dan Shim Yun Taek dengan gembira berseru : Dong Yi!!!

Jang Hee Jae kembali ke tempat Shim Yun Taek ditahan, lalu kaget sekali ketika melihat anak buahnya terbunuh. Jang Hee Jae : Apa yang terjadi, dimana pasukan yang menjaga tempat ini? Cepat lihat ke dalam!! Kemudian mereka sadar Shim Yun Taek sudah menghilang. Jang Hee Jae murka dan tahu ini pasti Dong Yi! Jang Hee Jae memerintah untuk segera menangkap keduanya, gunakan semua pasukan dari Uiju untuk menangkap mereka. Anak buah Jang Hee Jae datang dan berkata ada masalah, Apa lagi sekarang? tanya Jang.

Anak buahnya lapor kalau Seo Yong Gi ada di Uiju dan dia sudah memanggil semua pasukan menggunakan Bal Byeong Bu sehingga mereka tidak bisa mengerahkan pasukan lagi. Jang Hee Jae shock mendengar Seo Yong Gi ada di Uiju.

Shim Yun Taek lari terengah-engah, Dong Yi!! tunggu!! Dong Yi lari di depannya dengan lebih cepat. Shim Yun Taek tidak sanggup lari secepat itu dan ingin berhenti untuk istirahat. Dong Yi berkata anak buah Jang Hee Jae akan segera tiba dan kita harus cepat2, ayo lari!

Shim Yun Taek duduk dan berkata bahkan jika ini akan membunuhnya, biar saja, dia tidak bisa lari lagi. Dong Yi mendesak Shim Yun Taek untuk terus lari. Shim Yun Taek protes, aku harus istirahat. Tiba2 Dong Yi ingat malam itu juga sama..saat Sukjong harus lari, Dong Yi ingat Sukjong juga tidak pernah lari sebelumnya, Shim Yun Taek mengingatkan-nya pada Sukjong, Shim Yun Taek juga Yangban lemah. Dong Yi benar2 Pungsan.

Ingatan itu membuat Dong Yi tersenyum. Shim Yun Taek sebal, apa kau menertawaiku? Dong Yi berkata Shim Yun Taek benar2 mirip Ban Gwan Da Ri yang ia kenal, dia juga tidak bisa lari. Shim Yun Taek berkata bukannya aku tidak bisa lari, tapi tidak bisa lari seperti Dong Yi. Shim Yun Taek berkata, tapi bagaimanapun ia berterima kasih pada Dong Yi, karena tidak meninggalkanku.

Dong Yi berkata bagaimana kau bisa berpikir seperti itu, aku bukan orang seperti itu. Aku adalah orang yang menepati janjiku sampai akhir. Shim Yun Taek tahu itu, ini juga pertama kalinya dalam hidupnya melihat seorang gadis seperti itu.

Dong Yi merenungkan buku catatan militer itu yang sudah diberikan pada Jang Hee Jae. Ia menyesalinya, sekarang sudah ada di tangan Utusan Qing. Shim Yun taek berkata demi menyelamatkan Dong Yi ia sudah melakukan kejahatan besar. Dong yi membenarkan bahwa harga nyawanya kurang jika dibandingkan dengan buku catatan militer itu, Dong Yi merasa bersalah pada negara.

Shim Yun Taek minta Dong Yi ke dermaga dengan Seol hee, dia mau pergi ke suatu tempat. Dong Yi heran, mau kemana? Shim Yun Taek meyakinkan, jangan cemas, cepat pergi ke dermaga. Dong yi masih khawatir, Shim Yun Taek menyuruhnya cepat2 ke dermaga, dan Shim Yun Taek langsung pergi.


Jang Hee Jae kembali ke kantor administrasi Uiju dan tanya apa mereka bisa mengerahkan pasukan. Anak buah Jang Hee Jae lapor tidak ada pasukan yang bisa dikerahkan, semua pasukan mematuhi Bal Byeong Bu (perintah pengerahan pasukan dari Raja). Jang Hee Jae marah. Anak buahnya berkata, sebaiknya kembali ke istana. Jang Hee Jae berguman : istana...

Seo Yong Gi memerintah untuk mencari Dong Yi di tempat Jang Hee Jae tinggal. Seo Yong Gi minta Cha Cheon Soo mencari Jang Hee Jae di Uiju. Cha Cheon Soo mau sekali.

Jang Hee Jae berkata, Seo Yong Gi datang dengan Bal Byeong Bu ke Uiju. Jika mereka bertemu akan jadi masalah. Jang Hee Jae memutuskan untuk pulang ke Doseong, tapi anak buahnya tinggal untuk menangkap Dong Yi dan Shim Yun Taek, lalu habisi mereka.

Seol Hee dan Dong Yi menunggu Shim Yun Taek di dermaga. Dong Yi berkata, ini salahnya sehingga Seol Hee juga harus meninggalkan Uiju dengan tergesa-gesa. Seol Hee berkata, Jangan merasa bersalah, aku juga sudah bosan dengan Uiju. Seol Hee bertanya, dimana Shim Yun Taek, apa ia menemui masalah?

Shim Yun Taek datang dengan berlari ke dermaga sambil membawa bungkusan. Dong Yi melihatnya, Shim Yun Taek mendekati mereka. DOng Yi minta Shim Yun Taek segera naik ke kapal. Shim Yun Taek berkata : aku tidak pergi, kalian pergilah ke Doseong.

Dong Yi khawatir, Shim Yun Taek akan dalam bahaya. Shim Yun Taek meyakinkan DOng Yi, ia tahu bagaimana mengatasi hidupnya, ia dibawah perintah Sukjong untuk diasingkan ke Uiju, jadi ia tidak bisa meninggalkan Uiju.

Shim Yun Taek memberikan DOng Yi hadiah perpisahan, itu mungkin adalah barang2 yang bisa membuatku dibebaskan dari pengasingan dan kesulitan. Itu adalah buku Catatan Militer yang asli. Dong Yi tanya, kalau begitu, utusan Qing mendapat salinan-nya? Shim Yun Taek : Itu adalah catatan harian Pyeongyang. Aku mengganti sampul bukunya.

Shim Yun Taek berkata ia melihat Gubernur Uiju mencari buku catatan militer itu, lalu dia menukar bungkusannya. Sekarang jika mereka tahu buku catatan militer itu hilang, maka kantor administratif Pyeongyang akan mendapat masalah dan akan mengarah pada Gubernur Uiju yang mengambil buku itu tanpa ijin dan mungkin ia akan dihukum. Dan apa yang akan terjadi jika Utusan Qing itu tahu kalau buku itu cuma tipuan?

Shim Yun Taek berkata, kalau seperti itu, tidak akan ada masalah, Utusan Qing itu paling hanya kesal pada Jang Hee Jae dan mereka akan melaporkan kalau Jang Hee Jae menyuap mereka dengan buku catatan militer untuk ditukar dengan pengukuhan Putra Mahkota. Shim Yun Taek berkata, apa pun itu, tidak akan jadi masalah untuk kita. Kita sudah menjaga buku catatan militer dan perpanjangan penobatan Putra Mahkota.

Shim Yun Taek berkata pada Dong Yi, kau harus menggunakan buku itu untuk mengungkap kejahatan Jang Hee Jae, lalu bebaskan aku dari pembuangan di Uiju.


Shim Yun Taek : Apa yang sudah kau katakan, kau psti bisa melakukannya. Dong Yi meyakinkan Shim Yun Taek, kalau ia bisa melakukannya. Shim Yun Taek minta Seol Hee menjaga Dong Yi. Seol Hee : aku akan menjaganya. Mereka saling mengucapkan selamat tinggal. Dong Yi membungkuk memberi hormat dan Shim Yun Taek melepas mereka pergi.

Di istana, Kasim Han berkata Seo Yong Gi ingin bertemu Sukjong. Sukjong senang dan minta Seo Yong Gi masuk. Sukjong menyambutnya dan tanya apa perkembangan-nya. Apa kalian sudah menemukan DOng Yi? Seo Yong Gi diam saja.

Jang Hee Jae menemui Ratu Jang.

Ratu Jang : Jadi bagaimana, kakak..?

Jang Hee Jae : Masalah Putra Mahkota, jangan cemas, Yang Mulia, sudah beres dan sukses.

Ratu Jang senang. Jang Hee Jae tanya lalu apa alasan Ratu memanggilnya kembali ke Doseong? Ratu Jang berkata, Yang Mulia mecari DOng Yi. Jang Hee Jae kaget. Apa?

Ratu Jang : Seo Yong Gi yang sudah dilepas dari jabatannya itu, mencari keberadaan DOng Yi. Yang Mulia tidak pernah melupakan gadis yang sudah mati itu ...ia sudah memikirkan banyak cara untuk mencarinya, untuk menyelidiki kembali kebenaran soal penurunan Ratu Inhyeon.

Jang Hee Jae : Bagaimana mungkin..bagaimana bisa?

Ratu Jang : Tapi aku lega karena anak itu sudah mati..tapi Ratu Inhyeon adalah halangan bagi kita itulah mengapa...

Jang Hee Jae : Yang Mulia...perempuan itu..masih hidup...Yang Mulia.

Ratu Jang : Apa??

Jang Hee Jae : Cheon DOng Yi, perempuan itu..tidak mati..tapi ia masih hidup..Yang Mulia.

Ratu Jang bagai disambar petir, "Apa artinya ini kakak..Dong Yi masih hidup..bicaralah..kakak..anak itu tidak mati tapi hidup, bagaimana ia bisa masih hidup?"

Jang Hee Jae : Aku sudah melihatnya..perempuan itu tinggal di Uiju..aku melihatnya sendiri. Ratu Jang terpana.

Menjelang pagi, Seol Hee dan Dong Yi tiba di Doseong dengan penuh tekad.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar