Senin, 27 Juni 2011

Dong Yi episode 8




Lady Jang kaget dengan pernyataan tiba2 Dong Yi. Dayang Chu memarahi DOng yi karena terlalu berani dan lancang. Dayang Chu ingin menyeret Dong yi keluar tapi Lady Jang melarangnya. Lady Jang ingin tahu apa keinginan DOng yi. Dong Yi ingin melihat perhiasan milik Lady Jang.

Dong Yi, "Ada kemungkinan wanita yang hamba cari selama ini adalah Anda Nyonya." LAdy JAng bingung. Dong yi berkata itu sudah lama sekali dan ia tidak ingat wajahnya tapi ia ingat jelas perhiasan yang dimiliki wanita itu. Dong Yi tahu ia sangat lancang, Dayang Chu sudah tidak tahan lagi dan ia akan memanggil bantuan untuk menyeret Dong Yi keluar. Tp Lady Jang menahannya. Bahkan ia membuat isyarat mata agar dayang Chu keluar.

Lady Jang bersedia menunjukkan perhiasannya saat Dong yi menjelaskan kalau ini lebih penting baginya dari apapun di dunia. Lady Jang membuka kotaknya, Dong yi melihat isinya, ada perhiasan kupu2 hanya bukan seperti yang dimaksud Dong Yi. Lady Jang bisa melihat dari wajah Dong Yi, kalau kupu2 itu tidak sesuai dengan yang dicarinya. Dong yi mengatakan bukan perhiasan yang dicarinya, Lady Jang berkata ini adalah perhiasan yang ia kenakan sejak kecil.

Dong yi membungkuk minta maaf dan meninggalkan kediaman Lady Jang, ia juga membungkuk minta maaf pada dayang Chu. Dayang Chu memarahi Dong yi karena lancang, kalau bukan karena Lady Jang murah hati, Dong yi sudah dihukum cambuk sampai mati. Dong yi minta maaf dan Dayang Chu menyuruhnya pergi.

Dayang Chu masuk dan tanya mengapa Lady Jang mengijinkan kelancangan Dong yi. Lady Jang juga tidak tahu, tapi melihat kegigihan Dong Yi dalam memperoleh sesuatu ia kagum, Lady Jang juga melihat Dong yi itu pintar dan cepat mengerti. Ia minta Dayang Chu menyelidiki latar belakang Dong Yi, orang seperti apa dia.

Pelayan mengambil kotak perhiasan Lady Jang dan tanya mengapa akhir2 ini Lady Jang tidak mengenakan perhiasan kupu2 ini? Perhiasan di kotak itu adalah yg dicari Dong Yi! Lady Jang berkata benda itu sangat berharga baginya dan ia tidak mau merusakkannya , itulah mengapa ia menyimpannya agar tidak tergores. Dong Yi jalan dengan putus asa dan menghela nafas. Hwang jushik mondar mandir dan menunggu Dong yi dengan gelisah. Yeong Dal juga gelisah.

Dong yi datang, keduanya langsung tanya mengapa Lady Jang mau ketemu Dong Yi, Dong yi menjelaskan ini ada hubungannya dengan insiden waktu itu. Hwang geleng2 apa yang sudah kau lakukan sehingga Baginda memberi hadiah dan Lady Jang mau bertemu denganmu, Hwang langsung menarik Dong yi, lain kali jika bertemu Lady Jang jangan lupa katakan bahwa dia adalah orang yg kompeten di dept musik. Dong yi berkata mana mungkin ia akan dipanggil lagi, Hwang langsung mendesah, siapa tahu kau nanti akan dipanggil lagi.

Yeong Dal tidak percaya saat dengar Dong yi minta Lady Jang menunjukkan perhiasannya, "Apa kau sudah gila? Kau pergi ke kediaman Lady Jang agar terhindar dari hukuman cambuk, disana justru kau hampir mendapat hukuman lagi, ada apa denganmu sebenarnya?" Dong yi berkata tapi aku kembali dengan selamat kan. Yeong Dal mau memarahi Dong yi tapi ia lihat bahwa Dong yi kecewa dengan hasilnya. Yeong Dal tanya, apa kau kecewa, dia bukan wanita yang kau cari itu. Dong yi mengakuinya. Yeong Dal memberi semanagt, sudahlah suatu hari kau pasti bisa menemukan wanita itu. Yeong Dal pergi.

Dong yi menyusulnya, apa Yeong Dal tahu, Lady Jang itu wanita seperti apa. Yeong Dal, "Apa maksudmu dengan 'wanita seperti apa'? mengapa kau ingin tahu?" Dong yi berkata ia hanya ingin tahu. Yeong Dal berkata Lady Jang itu wanita luar biasa, Yeong dal dengar Lady Jang bukan saja cantik tapi juga pintar. Tampaknya Raja suka berdiskusi dengan Lady Jang mengenai masalah negara. Benarkah ? tanya Dong yi. Yeong dal berkata, karena kepintarannya, maka Lady Jang bisa bertahan di posisi ini. Lady Jang itu dari kelas Cheonmin, untuk jadi pelayan istana saja susah apalagi masuk ke keputren.

Dong yi kaget, Lady Jang dari kelas Cheonmin? Yeong dal menjelaskan, ayahnya memang dari kelas Jungin, tapi ibunya adalah pelayan dari kelas Cheonmin, maka kalau mau kasar, Lady Jang itu dari kelas Cheonmin karena ibunya. Dong yi mengerti.

Sukjong dan Jang Ok Jung main permainan Baduk (kaya catur cina), Sukjong senang karena Jang sudah kembali ke istana, sebelum Jang kembali ia tidak punya teman ngobrol masalah negara dan berdebat, benar2 membosankan. Lady jang berkata ia ingin tahu apa yang akan dikatakan Baginda kalau permainan usai. Jang menempatkan bidaknya dan Sukjong sadar bahwa ia tersudut sebentar lagi skak mat. Jang tanya mengapa Baginda tidak menyerah dan berkata kalah saja. Sukjong berkata, "Kau ini bicara apa, masih susah menentukan siapa yang akan menang."

Jang menyarankan agar Raja mencoba taktik penyerangan terbalik. Sukjong tanya taktik seperti apa. Jang menjelaskan Raja harus mengorbankan beberapa bidak untuk menyelamatkan permainan sehingga Raja bisa menang. Sukjong sadar Jang bukan bermaksud bicara mengenai permainan ini, tapi Jang benar2 ingin Raja untuk mundur. Jang mendengar untuk menemukan dalang insiden yang lalu itu sangat susah, makanya mereka harus menutup saja kasus itu dan mohon pada Raja untuk memikirkan itu. Jang berkata Baginda sendiri mau menyelidiki ini itu saja sudh lebih dari cukup untuk membuat mereka yang melakukannya menjadi takut.

Sukjong, "Jadi kau ingin aku mundur agar semua senang." Jang tahu sejak lama kalau Sukjong ingin menyeimbangkan kedua pihak, Barat (Seoin) dan Selatan (Namin) tapi setiap kali pihak Barat akan mengajukan sesuatu pasti gagal. Sukjong melihat papan dan bergumam "serangan terbalik" lalu Sukjong mengorbankan bidaknya dan sadar bahwa ia akhirnya menang. Jang berkata bagaimana ..penempatan satu bidak menentukan kemenangan dalam permainan. Sukjong merasa senang.

Dong yi sedang bersih2. Dong yi ingat bahwa Lady Jang berasal dari golongan yang sama dengan dirinya dan ia ingat semua kata2 Jang. Dong yi merenung atas kata2 meraih sesuatu yang lebih tinggi dan besar. Apa maksud Lady Jang aspirasi itu untuk Dong Yi?

Sukjong jalan bersama rombongannya, ia tanya pada Kasim, apa pendapatnya. Kasim bertanya, yang mana Baginda? Sukjong berkata maksudnya mengenai Jang. Sukjong berpikir jika kebetulan Jang itu pria, apa ia juga mau takhtanya. Kasim terkejut mendengarnya. Sukjong minta segera diadakan rapat besok pagi. Kasim mengiyakan. Sukjong merenung.

Besoknya, dalam rapat. Sukjong menurunkan perintah membuat pihak Namin mendapatkan posisi lebih tinggi. Menteri Jung tidak senang. Oh Tae Seok dipromosikan dalam sekretariat negara. Sukjong melihat dan membaca semua air muka pejabat yang hadir dalam sidang.

Oh Tae Seok diberi selamat oleh pihak Namin dan juga Oh Yun keponakannya. Oh Tae Seok berkata merendah, ia mendapatkan ini juga karena sudah berperang dengan pihak Seoin. Sekarang adalah waktunya bagi mereka untuk mengabdi bagi negara untuk membangun negara ini menjadi lebih baik. Pihak Namin mengerti.

Menteri Jung lapor pada Ibu Suri tentang hasil rapat. Ibu Suri berkata Sukjong memutuskan memerintah bersama Namin. Ibu Suri tanya mengapa Menteri jung tidak protes. Menteri Jung minta maaf, mereka tidak punya sesuatu dipertaruhkan. Ibu Suri mendesah bagaimana mereka bisa seperti ini, Jang benar2 menguasainya. Ibu Suri berkata ini semua karena pelayan yang kabur itu. Menteri Jung merasa menyesal. Ibu Suri mendesah.

Dong yi lari mendatangi pelayan Lady Jang yang memanggilnya, ia terkejut ternyata Dayang Chu mengajaknya menemui ibu Lady Jang. Dayang Chu membenarkan, ini adalah ujian bagi Dong yi apakah bisa dipercaya atau tidak oleh Lady Jang. Dayang Chu berkata bahwa Ibu lady Jang perlu orang yang bisa tugas keluar dari istana ke rumahnya. Dong yi senang sekali dan tanya terus pada pelayan Lady Jang apa benar ini mereak menuju kediaman Nyonya Yoon, ibu Lady Jang. Dongyi berkata ia tidak bisa membayangkan ini. Pelayan lady Jang stres kau bisa diam tidak. Tapi Dong yi tanya terus apa kesukaan Lady Jang, pelayan itu melihat Dong yi seakan-akan menelannya. Dong Yi mengerti dan ia diam saja dan bergegas jalan di belakang pelayan itu.

Nyonya Yoon sudah menunggu mereka (wow..bibi geum ja di You're beautiful..hahaha), Pelayan Lady Jang berkata pada Dong yi, ia tidak tahu mengapa Lady Jang suka dengan Dong Yi tapi kau tidak boleh salah dalam tugas kali ini. Dong yi mengerti dan mereka menemui Nyonya Yoon. Dong yi mengenalkan diri dan Nyonya Yoon berkata penampilan Dong yi sangat anggun dan ia suka.

Nyonya Yoon dan Dong Yi pergi ke toko obat dan ia bertemu Nyonya Park (isteri Oh Tae Pung), mereka tidak saling menyukai. Tapi Nyonya Yoon mengucapkan selamat atas promosi Oh Tae Pung dan Oh Ho Yang. Nyonya Park berkata suami dan putranya sibuk sekali sampai tidak pulang 3 hari 3 malam, ia mencemaskan kesehatan mereka. Dong Yi geli, ia tahu benar keduanya senang2 di dept musik dengan para gisaeng. Kedua Nyonya akhirnya berpisah. Nyonya Yoon membeli obat untuk kesuburan, nyonya Yoon berkata bahwa jika putrinya Jang Ok jung bisa hamil dan melahirkan pangeran, maka penjual obat itu akan diberi upah 10 kali lipat.

Setelah itu pelayan Nyonya Yoon berkata pada Dong Yi untuk menunggu di toko obat sampai obatnya siap lalu menyelundupkan obat itu ke istana untuk Lady Jang. Dong yi kaget itu obat? Tapi itu dilarang, dilarang membawa masuk obat dari luar ke istana. Pelayan nyonya Yoon itu berkata karena itulah Dong yi harus menyelundupkannya. Nyonya Yoon tidak yakin tabib istana akan merawat lady Jang dengan baik, apa Dong yi mengerti. Dong yi akhirnya bersedia.

Murid Kim heon masuk ke toko obat itu dan berpapasan dengan Nyonya Yoon. Ia mengambil obat dan melewati Dong yi, ia menjatuhkan obat itu ke tanah dan Dong yi memanggilnya. Dong yi mengambil obat itu, membersihkannya dan memberikan pada murid Kim heon. Murid Kim Heon berterima kasih tapi ia melihat wajah Dong yi familiar.

Kim Heon jalan di pasar dan merasa ibukota sudah berubah banyak. Muridnya mendekat tapi ia berhenti. Kim Heon tanya ada apa. Muridnya berkata ia melihat seseorang dengan unsur gwi di wajahnya. Seorang gadis yang berpakaian sederhana tapi terlihat sangat indah. Muridnya tanya apa gurunya mau lihat? Tapi Kim Heon tidak percaya dengan kemampuan muridnya dan pergi. Kim Heon mengeluh obatnya mahal, muridnya berkata Kim Heon sudah 6 tahun pergi dari ibukota, harga2 sudah berubah. Kim Heon berkata mereka itu perampok di siang hari. Muridnya tanya angin apa yang membuat gurunya bersedia mengeluarkan uang untuk beli obat mahal. Kim Heon berkata jika saatnya mengeluarkan uang harus dikeluarkan, pergi sana. Muridnya berkata gadis itu pantas untuk dilihat karena punya unsur gwi di wajahnya.

Kim Heon tanya apa gadis itu cantik, muridnya membenarkan. Kim heon, "tsk..tsk, inilah mengapa kau melihat unsur gwi dalam dirinya." Muridnya menyangkal bukan karena itu, dia benar2..Kim heon menghentikan muridnya dan minta mengikutinya.

Kim Heon pergi ke kuil dan berkata pada pendeta sudah lama sekali dan ia tiba2 menyusahkan pendeta, ia minta maaf. Pendeta berkata bukan apa2, ia berjodoh dengan orang itu. Pendeta berkata kedatangan Kim Heon tepat waktu, orang itu baru saja tiba di kuil. Kim Heon kaget, orang itu kembali? Pendeta membenarkan dan menunjuk ke suatu arah. Ke....Cha Cheon Soo!

Cha Cheon Soo duduk melihat pemandangan kuil. Kim Heon mendekatinya, "Apa yang sedang kau pikirkan?" Cha Cheon Soo berdiri dan memberi salam. Keduanya duduk dan berbicara. Kim heon berkata sudah 6 th, cha Cheon Soo membenarkan. Kim heon berkata waktu itu juga persis seperti hari ini. Musim dan cuacanya juga sama. Mereka teringat saat Kim Heon dan muridnya menarik Cha Cheon Soo yang sekarat dari sungai. Mereka membawa Cha Cheon Soo ke kuil dan pendeta memeriksa detak jantungnya, saat membuka baju Cheon Soo, terlihat ia luka parah karena sabetan pedang yang banyak.

Kembali ke masa kini, Kim Heon tanya bagaimana sekarang kesehatan Cha cheon Soo. Cha cheon Soo meyakinkan Kim Heon. Ia sangat sehat. Kim Heon minta Cha Cheon Soo hati2, dulu ia luka sangat parah, tubuhnya perlu waktu untuk pulih, Kim heon berkata ia punya obat untuk Cha Cheon Soo, minumlah jika ada waktu. Cha Cheon Soo berkata ia akan meminumnya dan berterima kasih pada Kim Heon.

Kim Heon merasa Cha Cheon Soo belum menemukan anak itu. Cha Cheon Soo berkata ia sudah minta seseorang menjaga anak itu untuknya. Tapi keberadaan orang itu saja ia tidak tahu. Kim heon tanya apa maksud Cha Cheon Soo adalah Gisaeng itu, Cha Cheon Soo membenarkan. Kim heon bertanya apa Cha Cheon Soo akan terus mencari choi Dong yi? Cha cheon Soo tanya apa maksud Kim heon, Anak itu mungkin sudah tidak ada lagi di dunia. Choi Dong Yi mempunyai takdir buram. Cha Cheon Soo berkata ia tidak percaya takdir. Baginya Dong yi mungkin kelihatan lemah dan kecil tapi ia sebenarnya mempunyai keinginan kuat dan Dong yi tidak akan menyerah dengan apa yang namanya takdir dengan mudah, Cheon Soo yakin Dong yi masih hidup.

Cheon Soo merenung dan ia ingat pesan Choi Hyo Won sebelum meninggal. Cha Cheon soo berkata dalam hati ia benar2 terlambat untuk Dong yi dan ia menyesal, pasti Dong yi sangat marah padanya. Inilah mengapa Dong yi bersembunyi darinya, Dong yi...dimana kau sekarang ?

Dong Yi akhirnya mendapatkan obat untuk Lady Jang dan ia bergegas ke istana. Dong yi mengeluh, ia akan dapat masalah lagi karena istana akan segera ditutup. Ia dengar bunyi bel dan ia kaget lalu lari dengan cepat. Dong yi terlambat, sudah jam malam, jadi penjaga memeriksa semua yang keluar dan masuk areal istana. Dong yi tidak bisa masuk, karena jika ketahuan menyelundupkan obat ia pasti dihukum. Pasti penjaga akan memeriksa paketnya. Lalu Dong yi punya ide.

Seo Yong Gil kerja sampai malam. Han Gun Gwan memberi isyarat pada Hwang Jung Gun untuk omong. Seo Yong gil tahu, ia berkata pada Han, apa yang ingin kau katakan katakan saja. Han berkata ini sudah larut malam dan mereka kerja seharian. Seo yong gil kemudian sadar ini sudah sangat larut dan ia minta maaf karena membuat mereka kerja sampai larut dan minta mereka pergi. Han tanya apa Seo Yong gil tidak akan pulang. Seo Yong gil berkata ia belum selesai membaca dokumen dan minta mereka pergi.

Setelah mereka pergi, pintu terbuka kembali. Seo Yong gil masih sibuk dengan dokumennya. Ia pikir Hwang Jung Gun kembali lagi, "Kau ini sungguh mengganggu, bukankah aku sudah memintamu pulang?" Ternyata Sukjong! Ia berkata, "Aku datang kesini dan ternyata mengganggu, aku minta maaf." Seo Yong gil kaget sekali ketika ternyata itu Sukjong, dan ia langsung memberi hormat. Seo yong gil tanya apa tujuan kedatangan Raja. Sukjong mengajak Seo yong gil minum anggur. Sukjong menuangkan anggur untuk Seo yong gil dan minta Seo minum. Seo minum dengan penuh hormat. Sukjong berkata ia jalan2 dan mampir ke kantor polisi, ia sudah membuat Seo kerja keras ia minta maaf. Tapi bagaimanapun ini politik dan Raja berharap seo Yong gil mengerti kesulitannya.

Sukjong menuangkan anggur lagi untuk Seo Yong gil. Kata Raja setelah minum ini ia harus kembali ke istana, jika tidak Kasim akan mengomel panjang lebar. Seo Yong gil berkata yang terjadi malam itu benar2 karena ia kurang berpengalaman. Seo Yong gil tanya apa yang dilihat Raja dalam perjalanannya malam ini, Sukjong menyatakan bahwa ia hampir saja jadi hantu gentayangan karena pedang. Seo Yong gil berkata Raja harus hati2. Tapi Raja berkata itu tiba2 menjadi menarik. Seo Yong gil kaget.

Sukjong berkata malam itu, ia mengalami sesuatu yang belum pernah terjadi dalam sepanjang hidupnya. Itu adalah malam dimana ia merasa hanya sebagai pria biasa yang jalan di jalan raya, apalagi ada anak yang memperlakukannya seperti orang biasa dan bukan Raja. Ini kali pertama untuknya. Seo Yong Gil tanya anak yang mana? Sukjong menjelaskan anak yang menemukan mayat perajin pyeongyeong itu, dia adalah pelayan dari dept. musik. Sukjong mencoba mengingat nama Dong yi, namanya Dong yi...Cheon Dong Yi, meskipun ia benar2 kasar tapi sangat pintar dan cepat tanggap, jika bukan karena usaha anak itu, kasus ini tidak bisa disimpulkan. Seo yong gil termenung mendengar nama Dong yi, tapi marganya beda.

Sukjong tanya ada apa, Seo yong gil berkata bukan apa2, hanya nama anak itu membuatnya berpikir apa ia tahu anak itu. Sukjong heran, kau mengenal namanya? Seo Yong gil membenarkan. Hanya marganya berbeda, yang ia kenal bernama Choi Dong yi bukan Cheon Dong yi. Sukjong mengangguk dan ia menuangkan anggur lagi.

Sukjong kembali ke istana dan ia mendengar sesuatu, lalu menoleh...ternyata ia melihat Dong yi mencoba memanjat tembok istana. Kasim berbisik pada Raja, tapi Raja menyuruhnya diam. Raja melihat Dong yi berusaha dengan banyak cara untuk memanjat tembok. Sukjong memerintah anak buahnya pergi. Kasim berkata Dong yi mencoba kembali ke istana dengan ilegal. Sukjong berkata biarkan saja dan memerintah mereka untuk pergi.(hei..mau main2 ya..aduh kalo pake baju biru gitu kok tetap resembles with Min Jung Ho ya..sigh)

Sukjong mendekati Choi Dong Yi yang mencoba mengukur pagar dan Sukjong berkata untuk pagar ini Dong yi perlu didorong. Dong yi kaget dan memberi hormat sesuai "pangkat" Sukjong. Sukjong melihatnya, "setiap kali bertemu kau selalu melakukan kebiasaan burukmu."
Dong Yi, "Tuan!"
Sukjong, "Sekarang saat kupikir-pikir, itu adalah kebiasaan burukmu, gadis kecil."
Dong yi, "Mengapa Anda ada di sini?"
Sukjong, "Aku hanya lewat tiba2 aku dengar suara anjing kecil minta tolong."
Dong yi, "Apa?"
Sukjong, "Ketika aku mendekat ternyata kau Pungsan."
Dong yi, "Pungsan?"
Sukjong, "Sekali gigit, tidak akan pernah melepaskan mangsanya dari rahangnya...pungsan itu."
Dong Yi tertawa, Sukjong juga.

Sukjong, "Tapi aku tidak bisa mengijinkanmu memanjat pagar itu dan membiarkan kau menginjakku ...Ikut aku."
Dong yi, "Tuan..tuan.." Dong Yi mengejar Sukjong ia benar2 cemas.

Dong yi, "Tuan anda mau membawa saya masuk istana ? bagaimana mungkin..kita tidak bisa jalan begitu saja."
Sukjong, "Jangan cerewet..ikut saja aku."
Dong yi, "Saya sudah terlambat saya harus menyelinap. Jika kita jalan dari sini, akan ada pos penjaga."
Sukjong, "Aku bilang tidak ada..ayo ikut aku."
Dong yi, "Tuan..tuan..jangan bercanda..benar2 ada penjaga ..saya sudah melihatnya."
Sukjong jalan terus dan Dong yi melihat sekeliling dengan gelisah. Sukjong tiba di gerbang dan ternyata tidak ada penjaga.
Dong yi, "Oh..tidak ada..." Dong yi melihat ke sekeliling...(neng, ngga tahu ya you jalan ama siapa? menyingkirkan penjaga? gampang...)

Dong Yi, "Kemana mereka semua? tadi ada di sini?"
Sukjong, "Aku sudah minta mereka pergi."
Dong yi, "Apa?"
Sukjong, "Mengapa masih berdiri di sini...cepat bukankah kau mau masuk?"
Dong yi mengikuti Sukjong masuk ke istana. Dong yi, "ini benar2 aneh..."

Setelah sampai di dalam, Sukjong berkata Dong yi jalan ke sebelah kiri dan ikuti jalan itu, kau akan sampai ke dept. musik.
Dong yi, "Terima kasih, tuan."
Sukjong, "..juga lain kali, jangan membuat masalah lagi, kau harus pergi dan kembali dengan lebih awal. Sepertinya aku harus mengawasimu, kau ini seperti anak nakal saja."
Dong Yi, "Ah! Pejabat di dept musik juga mengatakan hal yang sama, tapi jangan meremehkanku, aku sudah menerima hadiah besar dari Raja."
Sukjong, "Benar?..menerima hadiah." Dong yi menyebut hadiahnya satu per satu. Ada batangan emas, hiasan jade, hanbok sutera.. Sukjong tertawa..

Dong yi, "Apakah Tuan yang sudah menyebut mengenai saya pada Baginda?"
Sukjong, "Iya, benar, aku menyebut tentang dirimu hanya sekilas tapi aku tidak pernah mengira Baginda memberikan hadiah sedemikian besar." Dong yi merasa sangat berterima kasih.
Dong yi, "Baginda memikirkan orang rendah sperti saya, saya pikir Baginda pasti pemimpin yang bijaksana dan baik hati."
Sukjong tersenyum mendengar Dong yi memujinya. Dong yi berkata ini sudah larut dan ia berterima kasih pada Sukjong dan minta Sukjong hati2. Dong yi membungkuk dan Sukjong menyuruhnya cepat pergi.

Kasim dan pengawal datang dan memberi hormat. Kasim tanya mengapa Baginda begitu memperhatikan pelayan itu. Sukjong berkata benar, hari ini dia tidak akan membiarkannya memanjat pagar itu. Kasim heran, Sukjong hanya tertawa dan jalan masuk.

Seo yong gil ingat kata2 Sukjong bahwa yang menemukan mayat adalah gadis muda dengan nama Cheon Dong yi. Pelayan di dept. musik. Seo Yong gil berpikir tidak susah mengubah marga jika memang harus.

Dong yi menyembunyikan obat dan lega karena bisa memberikan pada Lady Jang besok pagi. Dong yi duduk di tangga dan melihat ke langit, ayahnya pasti sudah membuat penjaga2 itu pergi, shg ia bisa kembali.

Dong yi tanya pada ayahnya, apa ayah ingat ketika ia kecil ayah pernah berkata bahwa orang menjadi terhormat atau rendahan bukan ditentukan oleh status kelahirannya, tapi ditentukan hatinya. Jika hatinya rendahan, maka orang itu pasti kasar dan jika hatinya terhormat maka orang itu pasti terhormat.

Dong yi berkata Jang ok jung benar2 orang dengan hati terhormat, Dong yi berharap suatu hari ia bisa seperti Jang ok jung, ia tidak peduli, ia harus tetap berani dan terhormat dalam pikiran dan hatinya.

Dong yi memberikan obat dari Nyonya Yoon pada dayang Chu, dan berkata ini obat tonik. Dayang Chu mengerti dan minta Dong yi pergi.

Pelayan Lady Jang masuk dengan membawa pisau kuningan. Dong yi langsung mendekati dayang Chu dan tanya apa itu sebenarnya adalah obat kesuburan? Dayang Chu kaget apa kau membuka paketnya? Dong yi berkata ia tidak membukanya ia mencium bau obatnya. Dayang chu tanya lalu kenapa, Dong yi berkata jika memang obat itu, harus diperlakukan dengan benar.

Obat itu ada pantangannya, tidak boleh kena sembarang alat. Hanya boleh menggunakan pisau perak atau pisau bambu untuk memotong rempah2nya. Dayang Chu kaget, benarkah? Darimana kau tahu, Dong yi berkata ia pernah dengar beberapa waktu yang lalu, saat ada musisi yang sakit. Dayang Chu terlihat senang dengan kepintaran Dong Yi.

Nyonya Yoon mengunjungi Lady Jang di istana dan dayang Chu menyerahkan obat pada Jang. Nyonya Yoon berkata tidak ada obat sebagus ini, tapi Jang justru tanya berapa lama Dayang Chu melayaninya. Sudah 6 tahun. Benar kata Jang dan apa kau masih berpikir aku akan meminum obat ini? Dayang chu minta maaf, ibunya kaget. Jang minta obatnya dibuang.

Jang berkata pada ibunya jangan melakukan ini lagi. Jang berkata melakukan hal ini akan membawa bencana bagi mereka berdua. Biarkan kesuburannya diurus oleh tabib istana saja. Itu sudah cukup. Ibunya tidak mengerti bagaimana bisa cukup, semua tonik mahal dan berkhasiat akan diutamakan untuk Ratu In Hyeon. Jang menenangkan ibunya. Ibunya berkata Jang masih mendapat kasih sayang Raja, tapi hanya langit yang tahu hati pria.

Sukjong itu juga pria. Jadi sebelum semuanya terjadi, Jang harus segera mengandung lebih bagus kalau bisa melahirkan pangeran.

Jang tanya, jadi aku harus percaya pada Sukjong yang tidur di sisiku dan aku harus mengandung Pangeran untuk menjamin bahwa Sukjong tidak akan mengubah hatinya. Ibunya membenarkan. Jang berkata pada ibunya, ia tidak akan mempercayakan diri pada Sukjong ataupun anaknya kelak, Jang hanya percaya pada dirinya dan kemampuannya sendiri.

Pelayan masuk dan berkata ada masalah. Jang tanya ada apa?

Kasim kepala bergegas menemui Raja. Sukjong kaget, tonik yang dikirim untuk Ratu terkontaminasi. Kasim mengatakan ketika diuji dengan sumpit perak, terjadi perubahan warna pada sumpit. Sukjong kaget.

Kediaman Ratu sibuk sekali, semua perawat istana dan dayang2 ada di sana. Dayang pribadi Ratu tanya ada apa ini? Ratu Inhyeon terperanjat dengan insiden ini. Tabib istana masuk dan mengetes semua makanan dan minuman dan menemukan keanehan. Tabib berkata dia sudah mengetes berkali-kali tapi sumpit peraknya tetap berubah menjadi hitam. Saat ditanya mengapa demikian Tabib tidak bisa menjelaskan dan merasa aneh.

Oh Tae Seok mendapat laporan mereka tidak bisa menemukan sebabnya. Oh Yun merasa mereka harus menyelidiki lebih seksama. Tapi Oh yun berkata agar tidak cemas, mereka menggunakan kuning telur dalam tonik yang juga bisa merusak perak, jadi tidak perlu cemas. Keduanya ada di kediaman Jang. Jang dan Oh Tae Seok tidak yakin.

Sukjong tanya jadi tabib istana belum menemukan penyebabnya. Kepala staf membenarkan. Sukjong tetap minta insiden ini diusut. Apa penyebabnya. Kepala Staf mengerti.

Murid Kim Heon membawa obat untuk Cha Cheon Soo, dan ia melihat Cha Cheon Soo sudah mengenakan sepatu dan membawa tas. Apa Cha Cheon Soo mau pergi? benar kata Cheon Soo. Cheon Soo ingin berdoa dan mengadakan upacara untuk Choi Hyo Won dan Choi Dong joo. Cheon Soo berkata karena sekarang ia ada di ibukota, ia akan sembayang untuk mereka. Kim heon mengijinkannya pergi dan segera kembali dengan selamat.

Cha Cheon Soo pergi ke gunung dimana mereka bertempur dengan polisi. Sementara itu Dong Yi sedang mencuci baju. Dong yi tanya pada rekannya, jam berapa sekarang. Rekannya berkata sekitar jam 3 sore. Dong yi bergegas menyelesaikan pekerjaannya. Sementara itu, Oh ho yang mengintip Dong yi dan ia sangat terobsesi dengan Dong yi, semakin dilihat semakin cantik.

Oh Tae Pung juga kesal, ia lelah sekali, ini cuma dept. musik mengapa ada banyak hal yang harus diurus dan ia sama sekali tidak menguasainya. Oh Ho Yang masuk dan minta tolong pada ayahnya, Tolong apa? Oh Ho Yang berkata maksudnya pelayan yang menghinanya waktu itu. Oh Tae Pung memperingatkan anaknya apa mau dapat masalah lagi? Oh Tae pung menegaskan bahwa Dong Yi itu terlarang. Oh Tae pung berkata jangan cari masalah dengan pelayan, tdk menguntungkan. Lagipula Dong Yi mendapat perhatian Lady Jang.

Oh Ho Yang usul agar menjadikan Dong Yi Gisaeng saja. Oh Ho Yang berkata ia sudah mengecek latar belakang Dong yi, ternyata ia tidak mengawali karir sebagai pelayan di dept. musik. Ayahnya tanya apa benar?

Han Gun Gwan memeriksa daftar nama orang2 dept musik. Han memberikan daftar itu pada Seo yong Gil, Han lapor Cheon Dong Yi masuk ke dept musik 6 tahun lalu sebagai pelayan. Seo Yong gil tanya apa mungkin orang itu tidak lain adalah Choi Dong yi?

Seo yong gil berkata ia akan ke dept. musik. Hwang Jung gun bingung mengapa tiba2 Seo yong Gil tertarik dengan dept. musik.

Choi dong yi jalan ke lokasi tempat ayah, kakak, dan Cha Cheon Soo berperang. Ini pertama kalinya ia kembali ke lokasi ini setelah 6 th. Ia memanggil ayah, kakak, dan Cha Cheon Soo. Apa kalian melihat aku masih ada di sini aku bertahan hidup. Dong Yi memberi hormat di depan altar sederhana yang ia buat. Dong Yi menuang anggur di bukit dan menyajikan makanan sederhana. Dong Yi berkata agar ayahnya menikmati persembahannya dan ia menawarkan pada kakaknya.

Dong yi beranjak pergi dan ikat kepala dengan lambang geumgae yang diberikan Cha Cheon Soo terjatuh dari lengannya. Dong Yi memungutnya dan mendekapnya di dadanya.

Cha Cheon Soo juga berjalan ke arah gunung itu, dan ia terkenang saat mereka bertempur dan saat kedua pria terdekat dalam hidupnya mendapat ajal. Cha Cheon Soo minta maaf pada choi Dong joo, ia masih sendirian, ia belum menemukan Dong yi. Cha Cheon Soo membuat altarnya sendiri dan memberi hormat pada Choi Hyo Won. Setelah selesai, Cha cheon Soo melihat ke sekeliling dan melihat ikat kepala geumgae terikat di cabang pohon.

Cha Cheon Soo sadar ini ikat kepala yang ia berikan pada Dong Yi. Cha Cheon Soo teriak, "Dong Yi..Dong Yi!!" ia lari ke sekeliling gunung mencari Dong yi.

Dong yi sudah sampai di pasar dan ia ingat ia meninggalkan ikat kepala di gunung. Dong Yi bingung, apa yang harus dilakukannya sekarang. Akhirnya Dong yi jalan balik. Tapi beberapa penjaga menyuruhnya berhenti.

Penjaga, "Kau! berhenti!" Dong yi kaget. Apa kau pelayan dept musik Cheon Dong yi ?
Dong Yi, iya, apa yang bisa kulakukan untuk anda?
Penjaga, "cepat tangkap gadis ini segera!!"
Dong Yi dibawa oleh penjaga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar