Senin, 18 April 2011

Revolusi Mesir Gara-gara Roti

Munif Attamimi, Mahasiswa Pasca Sarjana Islamic International University Jurusan Islamic Thought asal Situbondo, Jawa Timur, mengisahkan kepada Tribunnews.com tentang sebab musabab revolusi yang sedang terjadi di Mesir.

Menurut Munif protes besar-besaran yang dilakukan rakyat Mesir faktor utamanya karena soal ekonomi terkait dengan harga-harga bahan pokok yang melonjak tinggi.

“Masalah utamanya adalah soal perut, ketika orang sudah mulai merasa kelaparan maka yang terjadi adalah sesuatu yang anarkis,” ujar Munif kepada tribunnews.com, Selasa (1/2).

Pekan lalu Munif masih berada di Kairo untuk bertemu dengan rekan-rekannya yang kuliah di Universitas Al Azhar Kairo. Munif terpaksa meninggalkan Kairo dan kembali ke Pakistan karena suasana kisruh di Kairo.

Lebih lanjut, Munif menjelaskan revolusi Mesir itu tepatnya bisa dikatakan gara-gara roti yang menjadi makanan pokok rakyat negeri Fir’aun tersebut.

“Orang Mesir itu makanan utamanya roti, kenapa mereka sekarang marah?karena harga gandum yang jadi bahan utama Roti mahal. Wajar saja jika mereka marah terhadap Husni Mubarok dan menuntut mundur,” ujar Munif.

Munif menambahkan kondisi mahasiswa Indonesia yang berada di Mesir saat ini masih dalam kondisi relatif aman. Mereka diungsikan ke empat titik yang dianggap aman dari keributan.

“Mahasiswa-mahasiswa Indonesia kebanyakan mengungsi di kantor PPMI, kantor KBRI, Konjen dan kantor sekretariat kerukunan warga Jawa Tengah. Insya Allah itu tempat yang aman bagi mereka,” ujar Munif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar